Martabat Jurnalis di Ruang Publik

- Penulis

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Penulis Cerita : Amatus.Rahakbauw.K

Di tengah hiruk-pikuk demokrasi dan derasnya arus informasi, satu pernyataan dapat menjelma menjadi gema panjang. Belakangan ini, ruang publik Indonesia ramai memperbincangkan ucapan seorang politisi nasional yang memantik perdebatan tentang cara pandang terhadap profesi tertentu, khususnya jurnalis.

Pernyataan itu terlontar dalam sebuah forum diskusi terbuka yang disiarkan luas dan dipandu oleh seorang jurnalis senior. Sebuah kalimat yang mungkin dimaksudkan sebagai selingan, justru dibaca banyak pihak sebagai cermin sikap: seolah ada profesi yang lebih tinggi nilainya dibanding yang lain.

Reaksi pun bermunculan. Bukan semata karena siapa yang berbicara, melainkan karena apa yang disentuhnya—martabat sebuah profesi yang selama ini berdiri di garis depan pencarian kebenaran. Jurnalis, bagi banyak orang, bukan sekadar pekerjaan.

Baca Juga  Ketika Status Bisa Menunggu

Ia adalah panggilan nurani, jalan sunyi untuk menjaga akal sehat publik.
Dalam kehidupan demokrasi, jurnalis memegang peran yang tak tergantikan.

Mereka hadir untuk mengabarkan fakta, menata peristiwa menjadi makna, dan memastikan suara masyarakat tidak tenggelam oleh kekuasaan. Di balik setiap berita, ada proses panjang: verifikasi, keberanian bertanya, dan kesetiaan pada kebenaran.

Sejarah bangsa ini mencatat dengan jujur bahwa jurnalisme bukan profesi pinggiran. Banyak tokoh besar Indonesia justru menempa pikiran dan keberanian mereka lewat dunia tulis-menulis. Pena menjadi senjata, kata-kata menjadi perlawanan, dan media menjadi ruang perjuangan.

Para pendiri bangsa memahami bahwa perubahan besar sering kali lahir dari gagasan yang dituliskan dengan jernih dan disampaikan dengan keberanian. Dari surat kabar hingga pamflet, dari artikel hingga pidato yang lahir dari tradisi jurnalistik, bangsa ini dibangun.

Baca Juga  Saran Kapolri, Ketum PW FRN Menjaga Nama Baik Organisasi

Karena itu, memandang jurnalis sebagai profesi yang remeh bukan hanya keliru, tetapi juga ahistoris. Jurnalisme adalah bagian dari perjalanan peradaban.

Ia menjaga ingatan kolektif, mengoreksi kekuasaan, dan memberi cahaya di saat kebenaran nyaris padam.

Pada akhirnya, perbincangan ini seharusnya tidak berhenti pada polemik. Ia perlu menjadi cermin bersama: bahwa setiap profesi yang dijalani dengan integritas layak dihormati. Terlebih jurnalis, yang bekerja bukan demi sorotan, melainkan demi kepentingan publik.

Martabat jurnalis tidak ditentukan oleh ucapan siapa pun, melainkan oleh kesetiaan mereka pada kebenaran. Dan selama kebenaran masih dicari, jurnalisme akan tetap berdiri—tenang, tegak, dan bermakna.

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

DPRD Murung Raya

Dina Maulidah Terima Penghargaan Penggerak Literasi 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 03:04 WIB

DPRD Murung Raya

Rumiadi Tegaskan Dukungan DPRD untuk Sekda Definitif Murung Raya

Sabtu, 10 Okt 2026 - 02:31 WIB

You cannot copy content of this page