Gereja Tanpa Struktur Jelas? Jangan Heran Pelayanannya Kacau

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

OPINI — Sering kita dengar keluhan di gereja: jadwal bentrok, tugas dobel, atau keputusan yang simpang siur. Akar masalahnya seringkali satu, yaitu struktur organisasi yang tidak dipahami dengan benar. Struktur bukan sekadar bagan jabatan di papan pengumuman.

 

Ia adalah sistem yang mengatur siapa mengerjakan apa, siapa bertanggung jawab kepada siapa, dan bagaimana semua bagian bekerja sama untuk satu tujuan.

 

Firman Tuhan sendiri menegaskan, “Segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur” 1 Korintus 14:40. Artinya, keteraturan adalah prinsip Alkitabiah, bukan sekadar gaya manajemen modern.

 

Ketika setiap pelayan Tuhan paham struktur, kejelasan tugas langsung tercipta. Gembala sidang fokus menggembalakan, majelis menjalankan fungsi pengawasan, komisi musik mempersiapkan pujian, dan tim konsumsi tidak tiba-tiba mengatur khotbah.

Baca Juga  Etika di Atas Senioritas

 

Tidak ada lagi cerita tumpang tindih atau lempar tanggung jawab. Di saat yang sama, koordinasi jadi jauh lebih sehat. Informasi mengalir lewat jalur yang tepat, sehingga pelayanan berjalan tertib dan tidak ada yang merasa “tidak dikasih tahu”. Struktur yang benar justru membebaskan, bukan mengikat.

 

Struktur juga menjaga pemimpin tetap bijak dan bertanggung jawab. Pemimpin yang paham batas kewenangannya tidak akan mengambil semua keputusan sendiri atau masuk ke ranah pelayanan orang lain.

 

Ia menghargai fungsi setiap anggota tubuh Kristus dan memberdayakan mereka sesuai karunia masing-masing. Dampaknya, konflik internal bisa ditekan. Banyak pertengkaran di gereja lahir bukan dari beda doktrin, tetapi dari rebutan peran karena tidak ada yang tahu wewenangnya sampai mana.

Baca Juga  Sosok Agus Flores, Pengacara Nyentrik yang Dekat dengan Masyarakat dan Aktif Menyuarakan Isu Polri

 

Dengan struktur yang jelas, semua orang bekerja di porsinya dan saling menghormati.

 

Lebih jauh lagi, struktur yang sehat adalah jalan bagi regenerasi kepemimpinan. Gereja tidak boleh bergantung pada satu figur saja.

 

Lewat sistem yang rapi, jemaat muda bisa belajar, bertumbuh, dan dipersiapkan untuk memimpin di masa depan. Kaderisasi tidak terjadi tiba-tiba, melainkan lewat proses yang terencana.

 

Inilah kepemimpinan gereja yang efektif: bukan hanya soal kharisma seorang gembala, tetapi soal sistem yang memungkinkan banyak orang berfungsi. Seperti Roma 12:4-8 katakan, kita satu tubuh dengan banyak anggota, dan tiap anggota punya fungsi berbeda namun saling melengkapi.

 

Jadi, memahami struktur organisasi bukan soal suka birokrasi atau tidak. Ini soal ketaatan dan buah pelayanan.

Baca Juga  Ketua Perisai Limapuluh Pesisir Nilai Polres Batu Bara Pantas Diapresiasi

 

Gereja yang tertib akan lebih kuat menjalankan Amanat Agung dan melayani jemaat secara maksimal. Kepemimpinan yang efektif lahir ketika pemimpin memahami panggilannya, menghargai struktur yang ada, dan menempatkan kepentingan Kerajaan Allah di atas kepentingan pribadi.

 

Pertanyaannya sekarang: struktur di gereja kita sudah menolong pelayanan, atau justru hanya jadi hiasan di dinding?

Penulis : Amartus Rahakbauw K

Berita Terkait

Jurnalis Diminta Utamakan Integritas dan Solidaritas, Bukan Saling Menjatuhkan
Etika di Atas Senioritas
Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan
Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku
Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif
Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya
Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa
Agus Flores Nobar FIFA 2026 Bersama Kapolda Jabar dan Jajaran Dukung Program Kapolri

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Jurnalis Diminta Utamakan Integritas dan Solidaritas, Bukan Saling Menjatuhkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Etika di Atas Senioritas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:35 WIB

Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page