Iman Jalan Pribadi, Bukan Titipan pada Tokoh Rohani

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

OPINI – Keselamatan tidak dapat dipinjam, diwariskan, atau dititipkan kepada orang lain. Penulis Oki menegaskan, hubungan manusia dengan Tuhan adalah perjalanan pribadi yang tidak bergantung pada jabatan rohani, kedekatan dengan pendeta, atau nama gereja tertentu. “Keselamatan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan,” tulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Oki, pendeta, pastor, dan hamba Tuhan hanya berperan sebagai alat yang dipakai Tuhan untuk menunjukkan jalan. Mereka bukan tujuan akhir iman. Setiap manusia, kata dia, akan berdiri sendiri di hadapan Sang Pencipta untuk mempertanggungjawabkan iman serta hidupnya. Karena itu, bergantung pada sosok tertentu dengan anggapan keselamatan melekat karena kedekatan itu dinilai keliru.

Baca Juga  Keangkuhan yang Hancur demi Cinta Seorang Wanita

 

“Tuhan tidak melihat siapa yang kita ikuti, melainkan bagaimana hati kita datang kepada-Nya,” jelas Oki. Ia menekankan, yang dilihat Tuhan adalah ketulusan, ketaatan, kasih, dan kesungguhan hati untuk hidup dalam kebenaran-Nya. Pernyataan seperti “Saya selamat karena mengikuti hamba Tuhan ini” atau “Saya selamat karena berada di gereja tertentu” disebut tidak berdasar, sebab keselamatan hanya terletak pada hubungan pribadi dengan Yesus Kristus.

 

Mengutip Roma 14:12, Oki mengingatkan tiap orang akan memberi pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah. Ia juga merujuk Efesus 2:8 bahwa keselamatan terjadi karena kasih karunia melalui iman, bukan hasil usaha manusia, melainkan pemberian Allah. Karena itu, ia mengajak setiap orang membangun iman yang hidup dari kerinduan hati sendiri, bukan karena ajakan orang lain.

Baca Juga  Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa

 

Oki menambahkan catatan bahwa frasa “keselamatan adalah keputusan pribadi” memang dipahami berbeda antartradisi gereja. Sebagian menekankan keputusan iman pribadi, sebagian lain menekankan anugerah dan karya Allah lebih dahulu. Namun inti pesannya sama: hubungan dengan Tuhan tidak dapat diwakilkan. “Ketika hari itu tiba, tidak ada hamba Tuhan atau manusia lain yang akan berdiri menggantikan kita. Yang ada hanyalah diri kita sendiri dan Tuhan yang menghakimi dengan adil,” pungkasnya.

 

Penulis : Amartus Rahakbauw K

Berita Terkait

Raden Mas Agus Rugiarto SH, Sosok Aktivis, Advokat, dan Organisasi yang Memilih Tetap Mengabdi di Tengah Masyarakat
Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan
Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 
Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran
Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 
Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara
Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 
Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:48 WIB

Raden Mas Agus Rugiarto SH, Sosok Aktivis, Advokat, dan Organisasi yang Memilih Tetap Mengabdi di Tengah Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:08 WIB

Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:57 WIB

Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran

Senin, 15 Juni 2026 - 10:05 WIB

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page