Puncak – Mama Papua pedagang hasil bumi di Pasar Kago, Ilaga, Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah keluhkan situasi keamanan yang kurang kondusif akibat aktivitas judi toto gelap (Togel) yang setiap hari dilakukan di kios-kios pasar Kago Ilaga.
“Pasar Kago sendiri yang menjadi keluhan utama soal keamanan dan aktivitas orang judi atau pasang angka (Togel). Karena bangunan kios yang dibangun pemda puncak sebagaian sebagai tempat jualan itu sebagian di jadikan tempat pasang angka togel dan roda putar” kata Helsina Wakerkwa, mama Papua penjual sayuran di Pasar Kago Ilaga, senin (1/7/2024)
Selain aktivitas Judi Togel, pasar kago juga kerap digunakan untuk aktivitas main Roda Putar, sehingga mama-mama tidak mendapat tempat untuk menggelar jualannya di atas meja dan bagunan pasar yang disediakan pemerintah.
“Sehingga kami harus jualan di bawa bahkan tercecer sampai di pingir jalan dan di samping kios yang ada di sekitar pasar serta mama -mama jualan di lorong-lorong gang masuk pasar”. ujarnya.
Untuk itu, Wakerkwa berharap agar pemerintah Pincak melalui dinas terkait maupun pihak aparat kepolisian bisa memperhatikan kondisi keamanan di Pasar Kago Ilaga terutama aktivitas judi togel dan roda putar.
“Kami minta kepada pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera tertibkan pasar ini” kata Helesina, yang ditemui di Pasar Kago disela aktivitas jualan hasil bumi itu.
Keluhan serupa juga disampaikan Hermince Kogoya, mama Papua pedagang di Pasar Kago Puncak Ilaga. Menurutnya keamanan di pasar itu tidak pernah baik karena banyak orang pembeli Togel yang mengganggu aktivitas perdagangan.
“Soal keluhan keamanan di pasar ini kami sudah pernah beberapa kali minta ke Polres dan juga di dinas terkait agar ada anggota yang ditugaskan dipasar ini tapi sampai saat ini belum ada realisasi mereka hanya datang patroli, padahal orang pasang angka togel banyak” kata Kogoya
Selain kemanan, kebersihan pasar juga menjadi kendala tersendiri “Kita harus tahu bahwa pasar Kago ini merupakan pasar induk atau tertua yang ada di Kabupaten Puncak, maka kami minta kepada dinas terkait untuk kasih turun petugas kebersihan” pintanya.
(Agus Mbl)

















