Halsel | Tempo Timur – Mungkin masih ingat dengan nama samaran bunga, korban janji untuk di nikahi dari salah satu Kepala Sekolah (Kepsek) di Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara.
Dari keterangan bunga pada pemberitaan sebelumnya, bunga di iming-imingi di nikahi dan di tipu untuk memesan Handpone Apple iPhone 13 namun pada akhirnya tidak di bayar oleh kepsek setelah di pesan bunga.
Di ketahui oknum kepsek tersebut berinisial JR yang menjabat di Madrasa Tsanawiah Negeri 2 Halmahera Selatan di bawa Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Halmahera Selatan.
Bunga juga mengaku dirinya sampai menjalani hubungan dengan JR lantaran JR mengaku statusnya sudah duda.
Perbuatan JR yang dapat merusak citra almamater Kemenag dan harapan bunga agar ada efek jerah terhadap JR ini pun masih belum membuahkan hasil.
Kasubag Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Halmahera Selatan, Hamdi Berhet Ketika di temui media ini di ruang kerjanya Senin 29 Januari 2024
Hamdi menjelaskan, oknum insial JR telah di periksa beberapa bulan lalu Oleh kepala kantor Kemenag Halsel, tetapi JR tidak mengakui perbuatannya.
Olehnya itu kata Hamdi, harus ada laporan dari bunga juga, sehingga dari keterangan bunga jika terbukti maka di buat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Untuk di laporkan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Maluku Utara.
Hamdi menambahkan, sanksi terhadap pegawai adalah wewenang Kanwil Kemenag Maluku Utara namu bila ada pegawai yang membuat pelanggaran di lingkungan Kantor Kemenag Halsel, maka proses BAP oleh Kantor Kemenag Halsel baru di serahkan kepada Kanwil Maluku Utara untuk di tindak lanjuti.
Terpisah, Kepala Sekolah MTs Negeri 2 Halmahera Selatan Insial JR ketika di Konfirmasi membenarkan telah di panggil oleh Kepala Kantor Kemenag Halmahera Selatan.
Namun ketika di tanya apakah dirinya memberikan keterang kepada Kepala Kantor Kemenag Halsel bahwa dirinya tidak mengakui perbuatannya, JR enggan Menjawab hingga berita ini di tayang.
Di waktu yang sama, ketika bunga di konfirmasi media ini, bunga berkeinginan untuk melaporkan ke Kantor Kemenag Halsel Namun terkendala jarak dan biaya transportasi karena bunga berada di kota Ternate.
“Saya mau lapor, tapi saya belum punya uang ke bacan (Halsel)” kata bunga.
Harapan bunga sejak awal untuk mendapatkan seorang duda pun lenyap, lantaran hanya duda gadungan berkedok Kemenag.
Untuk mendapatkan sahwat nya, JR menggunakan berbagai macam cara, namun pada akhirnya JR pun menghilang bunga pun merana.
Harapan bunga untuk di berikan ganjaran terhadap JR pun terhalang jarak dan transportasi sehingga bunga pun hanya berada dalam ketidakpastian.
Penulis : MS



















