Papua Bukan Surga untuk Dirampok: Hentikan Penyelundupan Satwa atau Hadapi Hukuman Berat!

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cerita Panjang

Penulis Amatus.Rahakbauw. K

Di alam Papua yang dihiasi pepohonan rimba yang menjulang, laut biru yang membentang luas, udara yang bersih, serta daratan yang subur dengan cuaca yang begitu indah dipandang, tersimpan kekayaan kehidupan yang tidak ternilai.
Burung-burung endemik beterbangan bebas.

Hutan, laut, dan gunung menyatu dalam harmoni ciptaan Tuhan.
Namun keindahan itu sedang dirusak oleh tangan-tangan rakus.
Penyelundupan satwa bukan sekadar pelanggaran hukum. Itu adalah pengkhianatan terhadap tanah Papua. Itu adalah perampokan terhadap identitas dan martabat orang asli Papua. Ketika satwa dilindungi ditangkap, dimasukkan ke kandang sempit, lalu diselundupkan demi uang, maka yang dirusak bukan hanya ekosistem—tetapi juga masa depan generasi Papua.

Baca Juga  Ringankan Beban Ekonomi Warga, Pemko Tanjungbalai Hapus Denda PBB P-2

Hutan Papua bukan gudang dagangan ilegal.Laut dan darat Papua bukan jalur aman untuk sindikat kejahatan.
Siapa pun yang terlibat dalam penyelundupan satwa harus ditindak tegas tanpa kompromi.

Tidak boleh ada pembiaran. Tidak boleh ada perlindungan. Tidak boleh ada permainan di balik layar. Jika hukum tumpul terhadap pelaku kejahatan lingkungan, maka yang tajam adalah kehancuran bagi alam dan anak cucu kita.

Keindahan alam Papua adalah anugerah, bukan komoditas.
Satwa liar adalah warisan, bukan barang pasar gelap.Jika kita diam, kita ikut bersalah. Jika kita membiarkan, kita ikut merusak.

Sudah saatnya semua pihak—aparat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat—bersatu menjaga tanah ini. Tangkap pelakunya. Bongkar jaringannya. Hukum seberat-beratnya.

Baca Juga  Dukung Swasembada Pangan Program Presiden, Kapolres Asahan Tanaman Jagung Serentak 1 Juta

Papua harus tetap menjadi tanah kehidupan, bukan tanah penjarahan.
Keindahannya harus diwariskan, bukan diperdagangkan.

Berita Terkait

Siap Tidak Siap, Kita Harus Siap!” Seruan Tegas dari Mimbar GPdI Bethesda Fakfak
Grebek Sarang Narkoba di Batu Bara Polisi Amankan Satu Tersangka dan Sejumlah Barang Bukti
Bebie: Pemenuhan Kebutuhan Dasar Harus Jadi Prioritas Utama APBD Murung Raya
DPRD Murung Raya Sahkan Ranperda Kelompok Tani, Bebie Dorong Sosialisasi dan Perluasan Program
KONI Papua Barat Terkendala Anggaran, Raker dan Musprov 2026 Terancam Molor
Gubernur, Kapolda Sumsel Setuju Melegalkan Sumur Minyak, Agus Flores ; Jangan Lupa KKS dan PCS
DPRD Murung Raya Sahkan Raperda Pengelolaan Kelompok Tani dalam Rapat Paripurna
Bupati Murung Raya Raih Penghargaan “Bupati Peduli Radio 2026”

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 08:58 WIB

Siap Tidak Siap, Kita Harus Siap!” Seruan Tegas dari Mimbar GPdI Bethesda Fakfak

Sabtu, 25 April 2026 - 21:47 WIB

Grebek Sarang Narkoba di Batu Bara Polisi Amankan Satu Tersangka dan Sejumlah Barang Bukti

Sabtu, 25 April 2026 - 18:01 WIB

Bebie: Pemenuhan Kebutuhan Dasar Harus Jadi Prioritas Utama APBD Murung Raya

Sabtu, 25 April 2026 - 17:52 WIB

DPRD Murung Raya Sahkan Ranperda Kelompok Tani, Bebie Dorong Sosialisasi dan Perluasan Program

Sabtu, 25 April 2026 - 00:10 WIB

KONI Papua Barat Terkendala Anggaran, Raker dan Musprov 2026 Terancam Molor

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page