Aksi Penolakan Relokasi Rempang Meluas, Puak Melayu Batu Bara Menggugat

- Penulis

Kamis, 14 September 2023 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATU BARA | TEMPO TIMUR – Dampak dari tindakan represif dan arogansi Aparat Penegak Hukum (APH) dalam melakukan pengosongan 16 Kampung Tua Melayu yang akan di jadikan lokasi industri Rempang eco city di pulau Rempang dan Galang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) meluas hingga ke Kabupaten Batu Bara, Rabu (13/9/2023).

Sejumlah Puak Melayu yang ada di Kabupaten Batu Bara melakukan aksi Solidaritas mengecam tindakan yang telah dilakukan Oleh Aparat Gabungan Kepada Wangsa Melayu Kepulauan Riau pada Kamis, 07 September lalu.

Ada 12 Puak Melayu Batu Bara dan Organisasi Lokal yang tergabung dalam Aliansi Melayu Bersatu (AMB) mendatangi Kantor DPRD meminta agar para pelaku tindak kekerasan di Proses secara Hukum yang berlaku.

Koordinator Aksi M. Adam Malik menyampaikan, tindakan represif dan arogansi Aparat Penegak Hukum (APH) dalam melakukan pengosongan 16 Kampung Tua Melayu sungguh tidak berprikemanusiaan.

“Perbuatan yang dilakukan para Petugas Gabungan telah melukai Hati dan Perasaan Wangsa Melayu khususnya Melayu Kabupaten Batu Bara, “kata Adam.

Padahal, masyarakat yang ada disana sudah menempati Daerah itu sejak Tahun 1983, Adam meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk membatalkan dan memberhentikan serta mencabut aksi pengembangan kawasan PSN yang telah merugikan banyak pihak, terutama dari kalangan mayoritas masyarakat adat Melayu Pulau rempang sehingga mengakibatkan konflik berdarah.

Selain itu dalam penyampaian Aksi nya, Adam meminta kepada Presiden RI untuk memecat Mentri Koordinator ekonomi, dan Menteri Investigasi, beserta Kepala Badan Pengusahaan BP Batam, karena dinilai membuat kebijakan yang tidak pro terhadap Rakyat bangsa dan tanah air Indonesia.

(Red)

Berita Terkait

Dua Kali Tersambar Petir Saat Melaut, Nelayan Tanjung Tiram Alami Luka Bakar
DPC HNSI Batu Bara Serahkan Enam SK Rukun Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram dan Nibung Hangus
Waspada Abu Vulkanik! Semut Tangsel Bagikan 3.000 Masker ke Warga
Melerai Perkelahian, Anggota Bapera Batu Bara Dibacok Senjata Tajam: Pelaku Langsung Diringkus Polisi
Tim Hanif Kunjungi Perpustakaan SMAN 3, Dorong Kemajuan Pendidikan di Kota Tanjung Balai
Satu Rumah di Cirendeu Ilir Tangsel Terbakar, RW Buka Donasi untuk Korban
Grib Jaya Klaim Siapkan 3.000 Anggota untuk Jaga Stabilitas Jakarta
Karhutla di Kalteng Turun Drastis, dari 500 Ribu Jadi 7 Ribu Hektare

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:54 WIB

Dua Kali Tersambar Petir Saat Melaut, Nelayan Tanjung Tiram Alami Luka Bakar

Minggu, 13 September 2026 - 15:28 WIB

DPC HNSI Batu Bara Serahkan Enam SK Rukun Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram dan Nibung Hangus

Minggu, 6 September 2026 - 18:02 WIB

Waspada Abu Vulkanik! Semut Tangsel Bagikan 3.000 Masker ke Warga

Kamis, 3 September 2026 - 00:38 WIB

Melerai Perkelahian, Anggota Bapera Batu Bara Dibacok Senjata Tajam: Pelaku Langsung Diringkus Polisi

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Tim Hanif Kunjungi Perpustakaan SMAN 3, Dorong Kemajuan Pendidikan di Kota Tanjung Balai

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page