
Tangerang Selatan — Komunitas Semut Tangsel membagikan 3.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik di Tangerang Selatan. Aksi sosial ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan sudah mencapai wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Semut Tangsel, Suhery Wiguna, bersama delapan anggota relawan. Pembagian masker menyasar masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka dan fasilitas umum agar dapat perlindungan lebih saat berada di luar rumah.
Lokasi pembagian meliputi stasiun, asrama yatim yang digunakan anak-anak untuk persiapan sekolah, area basecamp pengemudi ojek online, lampu merah, serta beberapa titik keramaian lainnya. Relawan turun langsung untuk memastikan masker sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Suhery Wiguna menyampaikan bahwa pembagian masker merupakan bentuk kepedulian sederhana terhadap kesehatan warga. “Pembagian masker ini merupakan langkah sederhana yang bisa kami lakukan untuk membantu masyarakat. Kami berharap masker ini dapat digunakan dengan baik, terutama oleh masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Menurutnya, abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Mengacu pada pengalaman erupsi Gunung Merapi dan Kelud, partikel abu vulkanik berukuran kecil dan tajam sehingga berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan dan iritasi. Ia mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar, menutup rapat pintu dan jendela, menggunakan masker N95/KN95, serta memperbanyak minum air putih.
Aksi ini mendapat respons positif dari masyarakat. Semut Tangsel berharap pembagian masker dapat meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kesehatan. Komunitas ini juga berkomitmen untuk terus hadir dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di Tangerang Selatan.
Penulis : Red










