
JAKARTA — Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (Grib Jaya) menyatakan pihaknya akan mengerahkan sekitar 3.000 anggota untuk membantu menjaga keamanan dan stabilitas Jakarta di tengah adanya isu aksi demonstrasi yang akan berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran terhadap potensi kericuhan dalam sejumlah aksi massa. Ketua Umum Grib Jaya Hercules juga menyebut akan berkoordinasi dengan sejumlah elemen organisasi masyarakat dan paguyuban yang memiliki perhatian terhadap keamanan serta stabilitas nasional.
Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah kelompok masyarakat dari kawasan Tanjung Priok disebut melakukan patroli pada malam hari.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Hercules meminta masyarakat menggunakan media sosial secara bijak serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat jangan terprovokasi isu murahan dan menyesatkan di media sosial. Kita harus cerdas menggunakan media sosial dan bersama-sama menjaga stabilitas nasional,” demikian imbauan yang disampaikan Hercules.
Informasi lain menyebutkan sejumlah tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan paguyuban berkumpul di kantor Grib Jaya. Pertemuan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Sementara itu, informasi mengenai adanya pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang diduga sebagai provokator aksi juga beredar. Namun, hingga berita ini disusun, diperlukan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan untuk memastikan informasi tersebut.
Pada malam sebelumnya, sekitar pukul 18.30 WIB, aparat kepolisian dilaporkan melakukan pembubaran terhadap massa aksi. Perkembangan situasi keamanan di sejumlah wilayah Jakarta kemudian terus dipantau oleh aparat.
Hingga sekitar pukul 00.00 WIB, situasi Jakarta berdasarkan informasi yang diterima masih relatif aman dan terkendali.
AF












