Program Sekolah Rakyat untuk Warga Kurang Mampu, Kadis Pendidikan Papua Barat Jelaskan Tujuan dan Mekanismenya

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MANOKWARI — Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Hal tersebut disampaikan Barnabas saat dikonfirmasi jurnalis Tempo-Timur.com melalui WhatsApp pada Rabu (6/5/2026) pukul 11.20 WIT.

Menurutnya, program ini menyasar masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, tinggal di daerah terpencil, serta tidak memiliki akses pendidikan yang memadai.

“Sekolah Rakyat ini berada di bawah Kementerian Sosial. Tujuannya untuk menjangkau masyarakat yang tidak mampu, yang tempat tinggalnya jauh dari fasilitas pendidikan, serta mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” ujar Barnabas.

Baca Juga  Kepala TK Inpres Thumburuni Fakfak Dorong Peningkatan Mutu PAUD 

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, peserta didik akan difasilitasi dengan sistem asrama. Seluruh kebutuhan pendidikan, termasuk biaya hidup dan sarana pendukung lainnya, ditanggung oleh pemerintah pusat.

“Semua dibiayai oleh pusat, termasuk asrama dan kebutuhan lainnya. Jadi anak-anak yang tinggal jauh atau tidak memiliki akses sekolah bisa dibawa dan dididik di sana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Barnabas menegaskan bahwa program ini juga bertujuan untuk menekan angka putus sekolah serta meningkatkan pemerataan pendidikan, khususnya bagi kelompok rentan.

Selain itu, penanganan program ini berada langsung di bawah koordinasi Kementerian Sosial, sehingga pelaksanaannya di daerah mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.
Dengan adanya Program Sekolah Rakyat, diharapkan berbagai persoalan pendidikan, seperti keterbatasan akses, kekurangan tenaga pendidik, hingga kesenjangan ekonomi, dapat diatasi secara bertahap.

Baca Juga  Bupati Pegunungan Bintang Studi ke Papua Barat: Siapkan Regulasi Pembangunan Berkelanjutan dan Perlindungan Adat

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Kapolres Batu Bara Police Go To School di SMK Swasta Amir Hamzah Indrapura Ajak Jauhi Narkoba
Gubernur Papua Barat Tinjau Latihan Paskibraka, Tekankan Disiplin dan Pembentukan Karakter
INALUM Buka Program Magang 2026, Ajak Talenta Muda Belajar Langsung di Industri Strategis Nasional
Kadis Pendidikan Papua Barat: Seleksi Calon Kepala Sekolah Dilakukan Secara Online dan Berbasis Kompetensi
Pemko Tanjung Balai Perkuat Komitmen Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dalam Memperingati HAN Ke 42
Kesempatan Emas Bagi Mahasiswa, INALUM Buka Program Magang 2026 dengan Beragam Pengalaman Industri
Polres Tanjung Balai Sambangi Siswa SMA Negeri 3 Edukasi Hukum dan Keselamatan Jalan
Kemendikdasmen Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Dorong Pembelajaran Lebih Fokus dan Sehat

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Kapolres Batu Bara Police Go To School di SMK Swasta Amir Hamzah Indrapura Ajak Jauhi Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:19 WIB

Gubernur Papua Barat Tinjau Latihan Paskibraka, Tekankan Disiplin dan Pembentukan Karakter

Senin, 27 Juli 2026 - 09:37 WIB

INALUM Buka Program Magang 2026, Ajak Talenta Muda Belajar Langsung di Industri Strategis Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:13 WIB

Kadis Pendidikan Papua Barat: Seleksi Calon Kepala Sekolah Dilakukan Secara Online dan Berbasis Kompetensi

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Pemko Tanjung Balai Perkuat Komitmen Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dalam Memperingati HAN Ke 42

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page