MANOKWARI — Tokoh pemuda Papua Barat, Thomas Sanadi, mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam proses pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat yang dilakukan melalui mekanisme delegasi dari masing-masing daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Thomas Sanadi di Manokwari pada Rabu (2/4/2026), terkait proses pemilihan pimpinan KONI yang melibatkan perwakilan atau delegasi yang memiliki hak suara.
Menurutnya, sistem pemilihan melalui delegasi menuntut setiap perwakilan daerah untuk menggunakan pertimbangan yang matang, karena keputusan yang diambil akan berdampak langsung terhadap masa depan pembinaan dan perkembangan cabang olahraga (cabor) di Papua Barat.
“Pemilihan ini dilakukan melalui delegasi dari setiap daerah. Oleh karena itu, gunakan hati yang jernih dan pikiran yang bijak dalam menentukan pilihan, karena keputusan tersebut akan menjadi penentu masa depan seluruh cabang olahraga,” ujar Thomas.
Ia menegaskan, para delegasi tidak hanya memilih berdasarkan kedekatan atau kepentingan tertentu, tetapi harus mempertimbangkan kapasitas calon, termasuk rekam jejak, pengalaman, serta visi dan misi yang ditawarkan.
Thomas juga mengingatkan agar kesalahan dalam memilih pemimpin tidak kembali terjadi, karena dapat berdampak pada stagnasi bahkan kemunduran dunia olahraga di Papua Barat.
“Kedepankan pembangunan dan kemajuan olahraga. Lihat rekam jejak dan kemampuan para calon. Jangan sampai salah memilih, sehingga cabang olahraga kita tidak berkembang dan terus tertinggal,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemilihan dapat menjalankan tanggung jawab secara objektif dan profesional, demi menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia olahraga di Papua Barat.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K























