Beasiswa Kedokteran OAP Rp100 Juta Dibuka

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

MANOKWARI — Pemerintah Provinsi Papua Barat membuka program bantuan pendidikan bagi mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) jurusan kedokteran sebesar Rp100 juta pada 29 April tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari Papua Barat Cerdas (PBC) yang kini diperluas cakupannya.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengatakan bantuan khusus bagi mahasiswa kedokteran baru mulai dijalankan tahun ini, meskipun program PBC telah bergulir sejak tahun sebelumnya.

“Program ini bagian dari Papua Barat Cerdas yang sudah berjalan sejak tahun lalu, namun khusus bantuan mahasiswa kedokteran baru dimulai tahun ini.

Mahasiswa OAP yang memiliki KTP Papua Barat dan sedang menempuh pendidikan dapat mendaftarkan diri,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Resmi Tutup Popkot, SMAN 5 Tanjungbalai Raih Juara Umum

Sebelumnya, program PBC telah mencakup bantuan seragam bagi siswa SMA/SMK OAP serta dukungan pendidikan dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

Pada 2026, program tersebut dilanjutkan dengan tambahan skema khusus bagi mahasiswa kedokteran OAP.

Gubernur menegaskan bahwa bantuan ini terbuka bagi mahasiswa OAP yang memiliki KTP Papua Barat, tanpa dibatasi lokasi studi.

“Mahasiswa OAP yang berkuliah di luar negeri juga dapat mendaftar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di daerah.

“Ini merupakan upaya pemerintah dalam menyiapkan tenaga dokter yang nantinya siap mengabdi di Papua Barat,” ujarnya.

Adapun persyaratan umum penerima bantuan meliputi status OAP dengan KTP Papua Barat, IPK minimal 2,75, proposal permohonan, rencana anggaran biaya (RAB), serta dokumen pendukung seperti KTP, NPWP, Kartu Keluarga, rekening Bank Papua, kartu mahasiswa, KHS, surat aktif kuliah, dan surat pernyataan.

Baca Juga  Apresiasi Putusan MK Soal Pendidikan Gratis, Desie Christhyana: Gratis dan Mutu Pendidikan Harus Dijaga!

Khusus bagi mahasiswa kedokteran, terdapat tambahan syarat berupa surat pernyataan kesediaan untuk kembali dan mengabdi di Papua Barat setelah menyelesaikan pendidikan.

“Mahasiswa kedokteran wajib membuat pernyataan bahwa setelah lulus akan kembali dan bekerja di Papua Barat,” jelas Barnabas.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah tenaga dokter sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di Papua Barat melalui kontribusi putra-putri daerah.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

UNCRI Buka S2 Hukum
Prabowo Gaspol Investasi Pendidikan, Tegaskan Masa Depan Bangsa Dimulai dari Sekolah
Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM, Bupati Batu Bara Raih Gelar Doktor di UINSU
Kadis Pendidikan Papua Barat: Sekolah Jangan Pasif, Wajib Dukung Pesparawi
Implementasi Program Satu Sekolah Satu Produk di NTT dorong Kewirausahaan Siswa
UNCRI Wisuda 173 Lulusan, Targetkan Akreditasi Unggul pada 2028
Di Balik Panggung Wisuda, Pesan Keras Wakapolda Papua Barat tentang Masa Depan Alam dan Masyarakat Adat
Bupati Batu Bara Resmikan Rumah Tahfiz Al-Mahalli Center Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Beasiswa Kedokteran OAP Rp100 Juta Dibuka

Kamis, 30 April 2026 - 14:36 WIB

UNCRI Buka S2 Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 09:57 WIB

Prabowo Gaspol Investasi Pendidikan, Tegaskan Masa Depan Bangsa Dimulai dari Sekolah

Rabu, 29 April 2026 - 09:54 WIB

Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM, Bupati Batu Bara Raih Gelar Doktor di UINSU

Rabu, 22 April 2026 - 10:38 WIB

Kadis Pendidikan Papua Barat: Sekolah Jangan Pasif, Wajib Dukung Pesparawi

Berita Terbaru

Pendidikan

Beasiswa Kedokteran OAP Rp100 Juta Dibuka

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:41 WIB

Pendidikan

UNCRI Buka S2 Hukum

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:36 WIB

Opini

Dalam Harmoni Alam, Lahir Kedewasaan Manusia

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:15 WIB

You cannot copy content of this page