(Gambar Pakai Teknologi AI)
TANGSEL — Seorang remaja berusia 17 tahun tewas tragis akibat pengeroyokan massa di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Kamis malam (30/4/2026).
Korban bernama Andi (inisial), warga setempat, dilaporkan memicu kemarahan warga usai terlibat tawuran antar-geng motor di Jalan Ciputat Raya sekitar pukul 20.00 WIB. Saksi mata, seorang pedagang warung, melihat Andi dikerumuni puluhan orang yang memukul dan menendangnya tanpa henti menggunakan kayu dan batu.
Kronologi kejadian bermula dari perselisihan kecil antara dua kelompok pemuda yang saling adu balap liar.
Andi, yang diduga bagian dari kelompok penantang, berhasil melukai dua orang dengan pisau lipat sebelum massa balas dendam. Video amatir yang viral di TikTok menunjukkan Andi tergeletak di aspal, dikelilingi kerumunan yang berteriak “habisi dia!”. Polisi Resor Tangsel tiba 15 menit kemudian, tapi nyawa Andi sudah tak tertolong akibat luka parah di kepala dan dada.
Kapolres Tangsel, AKBP Rudi Hartono, mengonfirmasi pihaknya telah menangkap tujuh tersangka utama yang teridentifikasi dari rekaman CCTV dan kesaksian. “Kami klasifikasikan ini sebagai penganiayaan berencana yang berujung pembunuhan. Tim forensik masih memeriksa TKP untuk bukti tambahan,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Dua korban luka ringan dari kubu lawan kini dirawat di RSUD Tangsel.
Insiden ini memicu keresahan warga Ciputat yang khawatir tawuran remaja semakin meresahkan. Ketua RW 05, Pak Suryadi, menyerukan peningkatan patroli malam dan sosialisasi anti-kekerasan di kalangan pemuda. “Anak-anak ini butuh bimbingan, bukan balas dendam. Keluarga korban hancur, kami doakan yang terbaik,” katanya dengan suara bergetar.
Kasus pengeroyokan ini menjadi pengingat pahit akan maraknya kekerasan jalanan di Tangsel. Polisi berjanji tak tebang pilih dalam penegakan hukum, sementara warga mendesak pemerintah daerah hadir dengan program pencegahan. Hingga kini, situasi terkendali, tapi luka masyarakat masih menganga.
Penulis : Dhanu






















