Fakfak, Tempotimur.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13, Persekutuan Doa Oikumene Pondok Daud menggelar rangkaian kegiatan rohani pada 8 dan 9 Juli 2025 di Lapangan KONI, Jalan D.I. Panjaitan, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Adapun kegiatan utama yang diselenggarakan meliputi Seminar Rohani dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan tema besar “Transformatif Worship” atau Penyembahan yang Mengubahkan.
Persekutuan Pondok Daud dikenal sebagai komunitas lintas denominasi yang melayani tanpa batas tembok gereja, saling mendukung dan bekerja sama untuk memperkuat pelayanan di berbagai jemaat lokal. Komunitas ini telah hadir selama 13 tahun sebagai wadah penyatuan hati dalam doa dan pujian kepada Tuhan.
Ibu Nelly Hendrik, selaku pendiri Pondok Daud, dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp kepada Jurnalis Tempo Timur.com Minggu siang (13/7/2025) pukul 13.54 WIT, menyampaikan harapannya agar persekutuan ini terus menjadi berkat bagi banyak orang.
“Harapan saya, persekutuan Pondok Daud makin diberkati dan menjadi berkat bagi semua komunitas doa. Kiranya makin giat dan menyala dalam pelayanan,” ujarnya.
Dalam sesi sosialisasi pelayanan, peserta diajak merenungkan sejumlah pertanyaan penting yang merefleksikan perjalanan rohani komunitas ini, antara lain:
Apa arti “Pondok Daud” bagi jemaat selama ini?
Bagaimana pelayanan ini menjadi berkat dalam kehidupan sehari-hari?
Apa saja tantangan yang dihadapi selama 13 tahun dan bagaimana penyertaan Tuhan nyata di setiap proses?
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam melanjutkan pelayanan, serta meneladani semangat penyembahan Raja Daud—yang tidak hanya menyanyi, tetapi menghadirkan hadirat Tuhan.
Pada sesi KKR, jemaat diajak untuk kembali kepada dasar penyembahan yang sejati. Pertanyaan-pertanyaan reflektif disampaikan untuk menggugah hati:
Apakah hati kita masih menyala dalam penyembahan seperti Daud?
Sudahkah kita menyediakan hati sebagai “pondok” bagi hadirat Tuhan?
Apakah kita sudah menjadi penyembah dalam roh dan kebenaran seperti yang Tuhan cari? (Yohanes 4:23)
Suasana kebaktian menjadi momen yang mendalam untuk mengevaluasi iman dan komitmen dalam melayani Tuhan di tengah tantangan zaman.
Sebagai penutup, jemaat dan peserta diajak membuat komitmen pribadi dan menyampaikan harapan mereka untuk masa depan Pondok Daud. Beberapa hal yang didoakan dan direnungkan antara lain:
Bagaimana saya akan ambil bagian dalam memperkuat pelayanan ini?
Warisan rohani apa yang ingin saya tinggalkan bagi generasi berikutnya?
Apa harapan saya untuk Pondok Daud 13 tahun ke depan?
Dengan semangat penyembahan yang transformatif, peringatan HUT ke-13 Persekutuan Doa Oikumene Pondok Daud bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi panggilan rohani untuk kembali kepada hadirat Tuhan dan memperkuat komunitas doa yang berdampak bagi kota, bangsa, dan generasi mendatang.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K





















