Manggarai Barat — Kunjungan tatap muka dibeberapa kampung di Poros Selatan oleh Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat 2024-2029 dari nomor urut 1 pada Sabtu, 28 September 2024 lalu diguyur hujan.
Dalam kunjungan Mario – Richard bertempat di lambur, Translok, Mberata, Bancang, dan Nalis tepatnya di Desa Macang Tanggar. masyarakat Lambur Desa Tiwu Nampar, menyerukan ganti Bupati Mabar dan dukung Mario-Richard untuk Bupati Mabar 2024 hingga 2029 mendatang.
Ratusan relawan masyarakat poros selatan Labuan Bajo kompak gaungkan dukung paket Mario-Richard pada Pilkada Mabar yang akan berkompetisi pada 27 November 2024.
“Kita jelas kompak ganti Bupatilah ya. Mario-Richard kami rasa cocok untuk memimpin Mabar kedepan. Kami berpikir pemimpin sebelumnya sudah cukuplah. Kasih kesempatan buat anak muda yang cocok pimpin Mabar ini,” ujar Hadin saat acara Wuat Wa’i Mario – Richard di Tranlsok pada Sabtu, 28 September 2024.
Sebagai bentuk keseriusan untuk mendukung Mario-Richard, Warga Translok menggelar acara wuat wa’i (perutusan) dengan akomodasi anggaran yang dikeluarkan oleh masyarakat sendiri.
“Mario-Richard ini anak kami. Maka kami buat acara adat wuat wa’i. Kami sebagai orang tua ya kami siap anggaran sendiri. Mario – Richard ini anak momang kami, anak momang kita semua. Kita semua layak dukung anak momang ini,” ujarnya.
Perlu diketahui, sepanjang jalannya kampanye di Poros selatan dalam kunjungan tersebut di beberapa kampung , Paket Mario-Richard berjalan kaki dan di guyur hujan nyaris tidak menyurutkan niat kedua paslon untuk menyapa dan bertemu masyarakat setempat. Dalam pantauan Media ini (tempo timur) masyarakat setempat sangat antusias dengan kehadiran anak momang ini, kata mereka ini bukti bahwa pemimpin mau melihat secara langsung seperti keadaan kami sebagai masyarakat seutuhnya, kata seorang warga dalam merespon pertanyaan tim Media tempo timur.
Secara terpisah, masyarakat di Bancang juga menjelaskan hal yang sama bahwa kompak dukung Mario -Richard 2024. “Kami yang datang ke pak Mario dan pak Richard agar datang ke Bancang. Sekalipun Anak Momang ini datang malam-malam dengan jalan kaki sementara hujan lebat dengan jalan yang rusak parah, sebut saja belum diperhatikan secara maksimal oleh pemerintah sebelumnya. Kehadiran tipe pemimpin seperti inilah yang cocok dan masyarakat butuh, kami tidak butuh apa-apa tetapi kami sebagai masyarakat biasa membutuhkan kehadiran dan kepekaan terhadap berbagai ketimpangan, sesungguhnya kami disini belum merasa merdeka. Jiwa anak muda dari anak momang ini sangat responsif,” ujar Dion warga Bancang.
Penulis: Fil/Riki

















