Ogan Ilir – Massa yang tergabung dalam Gerakan Tuntutan Rakyat (GTR) gerah dengan banyaknya gudang BBM Ilegal di wilayah Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumsel yang masih terus beroperasi.
GTR Sumsel akan menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Sumsel. Hal ini salah satu dukungan untuk menindaklanjuti atensi Kapolda dalam menindak tegas Ilegal drilling dan gudang penampungan BBM Ilegal yang ada diwilayah hukum Polda Sumsel.
Kegiatan BBM Ilegal yang marak beraksi di wilayah Ogan Ilir ini terkesan diabaikan saja oleh Kapolres Ogan Ilir, terbukti masih banyaknya gudang penampungan BBM ilegal yang masih bebas beraktifitas.
Rinaldi Davinci selaku Ketua GTR Sumsel mengatakan bahwa Kapolda Sumsel terus berupaya untuk membersihkan Provinsi Sumsel dari kegiatan ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
Tapi pada kenyataannya secara diam-diam masih saja ada gudang BBM ilegal yang buka diwilayah Kabupaten Ogan Ilir.
“Sepertinya Polres Ogan Ilir tidak sungguh-sungguh dalam melaksanakan atensi Kapolda Sumsel,” kata Rinaldi, Kamis (18/01/2024).
“Saya bersama kawan-kawan akan menggelar aksi unjuk rasa di Polda Sumsel karena menurut pengamatan kami dari GTR, Polres Ogan Ilir tidak sungguh-sungguh dalam menindak tegas pemilik gudang penampungan BBM Ilegal tersebut,” terangnya.
Rinaldi menegaskan, ada beberapa point yang akan dibawah dalam orasi nantinya antara lain yaitu meminta Kapolda Sumsel untuk :
1. Segera mencopot Kapolres Ogan Ilir.
2. Segera mencopot Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir
2. Segera mencopot Kanit Pidsus Polres Ogan Ilir.
“Tiga tuntutan kami tersebut terkait diduga masih banyaknya aktifitas mafia minyak di Kabupaten Ogan Ilir,” pungkasnya.
Penulis : Red/Tim





















