
Tanjung Balai — Kehadiran Pasar Nurlela diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, tidak hanya bagi pedagang yang berjualan di lokasi kegiatan, tetapi juga masyarakat sekitar, termasuk petugas parkir dan pedagang lainnya.
Hal ini dikatakan Wali Kota Tanjung Balai Mahyaruddin Salim saat membuka secara resmi Pasar Nurlela yang digelar di Alun-alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjung Balai, Sabtu (31/10/2026).
Pasar Nurlela ini sendiri akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 31 Oktober hingga 8 November 2026, dengan menghadirkan berbagai pilihan kuliner modern maupun tradisional. Menariknya, transaksi jual beli di pasar tersebut menggunakan koin berbahan batok kelapa yang dapat ditukarkan di lokasi, dengan nilai satu koin sebesar Rp5.000.
Dalam sambutannya, Walikota Tanjung Balai, Mahyaruddin Salim B, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Founder Pasar Nurlela yang telah menghadirkan kegiatan tersebut di Kota Tanjung Balai.
“Kami berharap Pasar Nurlela dapat dilaksanakan setiap tahunnya dan melibatkan pelaku UMKM Kota Tanjung Balai,” ujarnya.
Mahyaruddin juga mendorong agar salah satu kuliner khas Kota Tanjung Balai, yakni pisang terjepit atau dikenal dengan sebutan pisang tajopit, turut dihadirkan di salah satu stan Pasar Nurlela. Menurutnya, kuliner tersebut menjadi salah satu kekhasan Tanjung Balai yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya para pengunjung dari luar daerah.
Sementara itu, Founder Pasar Nurlela, Zeirham Arif Daulay, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjung Balai atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya memilih Kota Tanjung Balai karena melihat potensi kuliner dan aktivitas perdagangan masyarakat yang cukup berkembang.
“Kami melihat Kota Tanjung Balai ini memiliki potensi luar biasa. Kita lihat saja, tidak sedikit masyarakat yang berdagang menjual berbagai macam makanan maupun jajanan di setiap sudut kota. Kami berharap kehadiran kami di Tanjung Balai dapat membawa dampak positif bagi pedagang lainnya maupun masyarakat,” ucap Zeirham.
Ia menjelaskan, Pasar Nurlela kali ini menghadirkan sebanyak 40 stan atau tenant pedagang. Dari jumlah tersebut, 30 tenant berasal dari Pasar Nurlela, sedangkan 10 tenant lainnya diisi oleh pelaku usaha lokal Kota Tanjung Balai.
Zeirham menambahkan, pihaknya tidak hanya ingin menghadirkan kegiatan bazar kuliner, tetapi juga berupaya memberikan dampak ekonomi kepada pedagang di luar lokasi kegiatan. Salah satunya dengan mengarahkan para tenant untuk berbelanja kebutuhan di pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Tanjung Balai.
“Kami ke Kota Tanjung Balai bukan hanya datang dan pergi, tetapi tenant kami juga berbelanja di pasar-pasar yang ada di Kota Tanjung Balai, sehingga dampak dari kegiatan ini juga dapat dirasakan pedagang di luar kegiatan,” katanya.
Ia berharap, kehadiran Pasar Nurlela dapat menjadi inspirasi sekaligus contoh bagi generasi muda dan masyarakat Kota Tanjung Balai untuk mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif, khususnya di bidang kuliner dan UMKM.
Penulis : Tfq



