MIMIKA — Gembala Sidang GPdI Holy Spirit Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Pdt. John Marani, mengajak seluruh gereja, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat persatuan serta meningkatkan doa bersama demi menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Pdt. John Marani saat dikonfirmasi TempoTimur.com melalui wawancara pada Senin (13/7/2026) pukul 13.09 WIT.
Menurutnya, berbagai dinamika dan polemik yang terjadi di Papua, terutama di Papua Tengah, menjadi keprihatinan bersama sekaligus panggilan moral bagi gereja untuk mengambil peran dalam menjaga persatuan dan menghadirkan kedamaian.
“Sebagai hamba Tuhan dan pembina jemaat, kami memandang situasi yang terjadi saat ini sebagai tanggung jawab moral gereja. Gereja harus merapatkan barisan, memperkuat persatuan antarhamba Tuhan dan umat, serta terus menaikkan doa agar Tuhan memberikan belas kasihan, anugerah, dan damai bagi Tanah Papua,” ujarnya.
Ia menilai gereja tidak dapat berdiri sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi. Menurutnya, sinergi antara gereja dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta membangun kehidupan masyarakat yang damai.
“Pemerintah dan gereja harus berjalan seiring. Gereja hadir untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan kedamaian, sehingga berbagai persoalan yang terjadi dapat dihadapi bersama dengan semangat persatuan, kasih, dan pengharapan kepada Tuhan,” katanya.
Pdt. John Marani juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk tetap menjaga persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, ia berharap Tanah Papua senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan.
“Harapan dan doa saya, Tanah Papua terus diberkati. Tanah ini telah menerima terang Injil sejak pertama kali diberitakan melalui Pulau Mansinam, sehingga sebagai umat percaya kita harus terus menjunjung tinggi persatuan, kasih, dan hidup berdampingan dalam damai,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa doa, persatuan, dan kerja sama antara gereja, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga kedamaian dan masa depan Papua.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K






















