MATARAM, TEMPO TIMUR — Sabolah Al Kalamby resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), pengelola Pertamina Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penunjukan tersebut dilakukan oleh PT InJourney Tourism Development Corporation dalam rangka restrukturisasi jajaran direksi dan komisaris MGPA untuk memperkuat pengembangan sport tourism dan penyelenggaraan event internasional di Mandalika.
Sabolah dikenal sebagai aktivis senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) NTB. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.
Dalam keterangannya pada Rabu (13/5/2026), Sabolah menyampaikan komitmennya untuk membangun kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan Mandalika.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama kepada Bapak Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal atas dukungan dan komitmennya untuk terus berkolaborasi mengembangkan Mandalika sebagai salah satu ikon NTB dan Indonesia di mata dunia,” ujar Sabolah.
Menurutnya, pengembangan Mandalika tidak hanya berfokus pada keberhasilan penyelenggaraan event internasional, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat NTB, khususnya warga di sekitar kawasan Mandalika.
Karena itu, salah satu fokus utama yang akan terus didorong MGPA adalah meningkatkan keterlibatan sumber daya lokal dalam setiap event yang digelar di Sirkuit Mandalika.
Ia mencontohkan keterlibatan putra-putri daerah NTB sebagai marshal dan tenaga pendukung dalam ajang MotoGP serta berbagai event internasional lainnya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama kepada Bapak Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal atas dukungan dan komitmennya untuk terus berkolaborasi mengembangkan Mandalika sebagai salah satu ikon NTB dan Indonesia di mata dunia,” ujar Sabolah.
Menurutnya, pengembangan Mandalika tidak hanya berfokus pada keberhasilan penyelenggaraan event internasional, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat NTB, khususnya warga di sekitar kawasan Mandalika.
Karena itu, salah satu fokus utama yang akan terus didorong MGPA adalah meningkatkan keterlibatan sumber daya lokal dalam setiap event yang digelar di Sirkuit Mandalika.
Ia mencontohkan keterlibatan putra-putri daerah NTB sebagai marshal dan tenaga pendukung dalam ajang MotoGP serta berbagai event internasional lainnya.
“Event MotoGP sudah melibatkan putra-putri daerah, dan pada event-event lainnya kami akan terus mengupayakan agar partisipasi masyarakat lokal semakin besar,” katanya.
Sebagai putra daerah yang kini berada di MGPA, Sabolah menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan Mandalika menjadi ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB.
Menurutnya, kehadiran event internasional harus mampu membuka lapangan pekerjaan, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, sebagai perusahaan BUMN, MGPA memang dituntut memberikan keuntungan bagi negara.
Namun demikian, pengelolaan kawasan dan penyelenggaraan event internasional di Mandalika juga harus mempertimbangkan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat secara luas.
“Ke depan MGPA akan lebih memperhatikan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari berbagai event besar di Mandalika,” tegasnya.
Tokoh yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PMII itu menilai Mandalika memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat sport tourism kelas dunia.
Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi kuat antara MGPA, pemerintah daerah, masyarakat, komunitas pemuda, pelaku usaha, dan seluruh elemen daerah.
“Saya siap menjembatani komunikasi antara berbagai elemen masyarakat dengan MGPA agar pengembangan kawasan berjalan harmonis dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Saat ini, Sabolah juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal GP Ansor serta Koordinator Wilayah Bali-Nusa Tenggara Karang Taruna. Pengalaman panjang di dunia aktivisme dan organisasi dinilai menjadi modal penting dalam membangun jejaring strategis guna mendukung pengembangan Mandalika.
Dalam susunan baru MGPA, posisi Direktur Utama diisi oleh Ananda Mikola. Sementara jajaran direksi lainnya ditempati oleh Dony Mahardjono dan Poppy Senduk. Adapun jajaran komisaris terdiri dari Marrel, Ara, serta Sabolah Al Kalamby.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K
















