Fakfak — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Fakfak, Provinsi Papua Barat, menegaskan komitmennya dalam menjamin kelancaran dan keamanan arus balik mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Hal tersebut disampaikan Kepala PT Pelni Cabang Fakfak, Agus, saat dikonfirmasi TempoTimur.com, Senin siang (5/1/2026) pukul 11.22 WIT, di ruang kerjanya.
Agus menyatakan bahwa PT Pelni Fakfak telah melakukan berbagai langkah kesiapan guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus balik Nataru, termasuk pengawasan operasional kapal serta koordinasi dengan instansi terkait di pelabuhan. Prediksi puncak arus balik nataru 2026 ini terjadi pada 5 Januari 2026
Namun demikian, ia menegaskan secara keras kepada seluruh penumpang agar tidak mengabaikan faktor keselamatan, keamanan, dan ketertiban selama pelayaran.
“Penumpang wajib mematuhi seluruh aturan yang berlaku di atas kapal. Jangan membawa barang terlarang, jangan memaksakan diri naik kapal tanpa tiket resmi, dan jangan membuat kegaduhan yang dapat mengganggu keselamatan bersama dan tidak membawa barang bawaan yang dilarang seperti miras, narkoba, senjata api dan tajam serta hewan/binatang,” tegas Agus.
Ia juga mengingatkan agar penumpang menjaga barang bawaan masing-masing, memperhatikan keluarga terutama anak-anak dan lansia, serta mengikuti arahan petugas kapal tanpa pengecualian.
Menurutnya, keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab PT Pelni, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan penuh dari seluruh penumpang.
“Jika aturan dilanggar, maka risiko keselamatan ditanggung bersama. Kami tidak akan mentolerir tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun penumpang lain,” ujarnya.
PT Pelni Fakfak berharap arus balik mudik Nataru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik sesuai jadwal kapal yang telah ditetapkan.
Penulis : Amatus Rahakbauw Kelanit




















