Cerita Panjang
Penulis Amatus.Rahakbauw. K
Di alam Papua yang dihiasi pepohonan rimba yang menjulang, laut biru yang membentang luas, udara yang bersih, serta daratan yang subur dengan cuaca yang begitu indah dipandang, tersimpan kekayaan kehidupan yang tidak ternilai.
Burung-burung endemik beterbangan bebas.
Hutan, laut, dan gunung menyatu dalam harmoni ciptaan Tuhan.
Namun keindahan itu sedang dirusak oleh tangan-tangan rakus.
Penyelundupan satwa bukan sekadar pelanggaran hukum. Itu adalah pengkhianatan terhadap tanah Papua. Itu adalah perampokan terhadap identitas dan martabat orang asli Papua. Ketika satwa dilindungi ditangkap, dimasukkan ke kandang sempit, lalu diselundupkan demi uang, maka yang dirusak bukan hanya ekosistem—tetapi juga masa depan generasi Papua.
Hutan Papua bukan gudang dagangan ilegal.Laut dan darat Papua bukan jalur aman untuk sindikat kejahatan.
Siapa pun yang terlibat dalam penyelundupan satwa harus ditindak tegas tanpa kompromi.
Tidak boleh ada pembiaran. Tidak boleh ada perlindungan. Tidak boleh ada permainan di balik layar. Jika hukum tumpul terhadap pelaku kejahatan lingkungan, maka yang tajam adalah kehancuran bagi alam dan anak cucu kita.
Keindahan alam Papua adalah anugerah, bukan komoditas.
Satwa liar adalah warisan, bukan barang pasar gelap.Jika kita diam, kita ikut bersalah. Jika kita membiarkan, kita ikut merusak.
Sudah saatnya semua pihak—aparat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat—bersatu menjaga tanah ini. Tangkap pelakunya. Bongkar jaringannya. Hukum seberat-beratnya.
Papua harus tetap menjadi tanah kehidupan, bukan tanah penjarahan.
Keindahannya harus diwariskan, bukan diperdagangkan.















