Bukan Karena Waktu yang Salah

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Bukan karena waktu yang salah, semua ini terjadi karena kau membawa perasaan terlalu dalam — seperti angin yang menolak berhenti di lembah hening Manokwari.

Di antara kabut yang turun perlahan di pagi hari, hutan-hutan tua memeluk rahasianya. Mereka berbisik lembut kepada dedaunan muda, bahwa cinta dan kehilangan adalah dua musim yang tak bisa dipisahkan.

Anak-anak muda berjalan di antara akar-akar raksasa yang menjalar seperti urat kehidupan. Mereka mencari arti dari setiap luka, mencoba memahami kenapa sesuatu yang indah bisa pergi begitu cepat.

Langit Manokwari kadang biru, kadang kelabu — sama seperti hati manusia. Kadang hangat, kadang dingin. Tapi di balik setiap mendung, selalu ada cahaya kecil yang menunggu untuk menembus.

Baca Juga  Beri Bantuan Payung Kepada Pedagang Pasar, Pejuang Dhuafa Ingat Masa Kecil

Jangan menangis terlalu lama di bawah pohon yang sama. Alam mengajarkan, bahwa setiap daun yang gugur bukan akhir dari kehidupan, melainkan tanda bahwa sesuatu yang baru akan tumbuh.
Biarlah rasa sakit itu jadi pupuk bagi jiwamu. Biarlah kesedihan jadi air hujan yang menumbuhkan keberanian baru.

Hutan Manokwari menyimpan banyak cerita: tentang cinta yang tak sempat terucap, tentang janji yang tertinggal di bawah sinar rembulan, tentang tawa yang kini hanya bergema di antara batang-batang tua. Tapi dari semua itu, ada satu pesan yang paling dalam — bahwa setiap perasaan yang tulus tak akan pernah sia-sia.

Kepada muda-mudi yang tersesat dalam rasa: jangan takut untuk terluka. Alam pun pernah patah — pohon tumbang, ombak pecah, tanah retak — tapi mereka tetap hidup, tetap indah, tetap menjadi tempat manusia bersandar.
Karena hidup bukan tentang menghindari hujan, tapi tentang belajar menari di bawahnya.

Baca Juga  Dari Harga Cabai Yang Mahal Hingga Retreat Kepala Daerah Yang Jadi Membebani APBN

Jadi, ketika hati terasa berat, datanglah ke hutan itu. Dengarkan desir angin, tatap langit Manokwari yang tenang. Di sanalah kau akan tahu — bahwa waktu tidak pernah salah. Yang salah hanyalah ketika kita lupa, bahwa setiap perasaan punya tempat untuk pulang.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan
Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku
Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif
Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya
Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa
Agus Flores Nobar FIFA 2026 Bersama Kapolda Jabar dan Jajaran Dukung Program Kapolri
Jurnalis dan Nurani Kebenaran: Saat Pena Menjadi Cahaya Peradaban
Senja yang Pergi, Bulan yang Menemani

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:35 WIB

Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:13 WIB

Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:51 WIB

Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page