Manokwari — Di tengah beban birokrasi dan tantangan pelayanan publik, Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar ibadah awal bulan sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan dalam tugas sehari-hari para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025 pukul 09.00 WIT, bertempat di Lobby Kantor Gubernur Papua Barat, Jalan Brigjen Marinir (Purn) Abraham O. Atururi, Arfai, Manokwari.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Pititbein Maniani, S.Th., Gembala Jemaat GPdI Israel Arfai sekaligus Ketua Biro Penginjilan Majelis Daerah (MD) GPdI Papua Barat.
Pdt. Maniani dalam khotbahnya menekankan pentingnya hidup bersyukur di tengah tekanan. Ia mencontohkan kedisiplinan karyawan tambang seperti di Freeport sebagai cermin dari iman yang diwujudkan dalam tanggung jawab.
“Kalau berkat yang kita punya disyukuri, maka pasti cukup untuk satu bulan. ASN juga harus meneladani kedisiplinan itu,” ujarnya.
Ibadah ini tidak hanya menjadi rutinitas rohani, tetapi juga momen refleksi spiritual bagi ASN untuk kembali menata niat dan integritas dalam melayani masyarakat.
Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., yang turut hadir dalam ibadah tersebut, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pembentukan karakter ASN yang melayani dengan hati dan iman.
“Ibadah seperti ini menjadi pengingat bahwa tugas kita bukan sekadar pekerjaan, tetapi pengabdian yang harus dijalani dengan kerendahan hati dan hati yang bersyukur,” katanya.
Tindak Lanjut Pemerintah: Komitmen pada Pelayanan dan Program Strategis
Dalam arahannya, Gubernur Dominggus menyampaikan perkembangan terkini mengenai status tenaga honorer di Papua Barat. Ia telah bertemu dengan Wakil Menteri PAN-RB pada Rabu, 30 Juli 2025, menyerahkan data lengkap dan memperjuangkan penambahan formasi baru.
“Semua honor sudah kami bayarkan. Kami juga sudah menyerahkan data tambahan formasi. Tinggal menunggu petunjuk teknis dari pusat,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur menegaskan pentingnya kesiapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program-program prioritas nasional, seperti:
Pembangunan SMA Wulan Garuda
Rumah Sakit Vertikal
Sekolah Rakyat
Program ketahanan pangan
Target nasional pembangunan 3 juta rumah
Ia juga menyoroti kasus keracunan makanan di SD Negeri Arouy dan meminta OPD terkait segera mengusut penyebabnya agar tidak terulang di sekolah lain.
“Segera cek penyebabnya. Jangan sampai kejadian ini berulang, ini bagian dari tanggung jawab kita sebagai abdi negara,” tegas Dominggus.
Penutup: Iman Menjadi Fondasi Pelayanan
Ibadah awal bulan ini menjadi cermin bahwa pelayanan publik tak hanya soal angka dan laporan, tapi juga soal iman dan karakter.
Dalam diamnya pujian dan doa, para ASN kembali diingatkan:
“Berkat itu bukan soal jumlah. Tapi soal hati yang mampu berkata: cukup.”
(2 Korintus 9:8 — “Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K





















