Stop Cerita Jasa — Kamu Tidak Lebih Suci dari yang Lain

- Penulis

Kamis, 5 Juni 2025 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Di sebuah kampung yang dikenal religius, ada dua pemuda bernama Bullos dan Dulos. Mereka sama-sama aktif dalam pelayanan gereja — memimpin pujian, bersaksi, bahkan ikut misi ke pelosok. Tapi hati mereka berbeda.

Bullos suka membanggakan dirinya. Ke mana-mana ia selalu berkata,
“Kalau bukan saya, gereja ini nggak akan maju seperti sekarang!”
“Saya sudah korban waktu, uang, dan tenaga demi pelayanan Tuhan. Orang lain cuma ikut nama!”

Sementara itu, Dulos tetap setia melayani tanpa banyak bicara. Ia percaya, pelayanan bukan soal terlihat hebat, tapi soal taat dan setia — meskipun tak dilihat orang.

Suatu sore mereka duduk bersama di rumah Hengki, seorang tua yang bijak dan ditakuti karena mulutnya tajam tapi penuh hikmat.

Baca Juga  Etika di Atas Senioritas

Hengki menatap Bullos dengan mata tajam dan berkata,

“Bullos, berhentilah membanggakan dirimu seolah Tuhan berutang sesuatu padamu. Jangan kira pelayananmu itu tiket VIP ke surga. Kamu bukan lebih suci dari yang lain, kamu hanya dipakai Tuhan, bukan Tuhan yang dipakai kamu!”

 

Bullos terkejut. Dulos menunduk.

Hengki berdiri dan membuka Alkitab tuanya, membacakan dengan suara keras:

📖 Lukas 17:10
“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.”

Kemudian ia melanjutkan,

“Orang benar itu sadar bahwa semua yang ia lakukan adalah anugerah. Tapi orang sombong akan pakai cerita jasanya sebagai senjata rohani untuk merasa lebih hebat dari sesamanya.”

Baca Juga  Iman Jalan Pribadi, Bukan Titipan pada Tokoh Rohani

Bullos ingin menjawab, tapi tak ada kata yang keluar. Untuk pertama kalinya ia sadar — pelayanan yang penuh kesombongan adalah kebusukan terselubung yang tak berkenan di hadapan Tuhan.

Malam itu, ia pulang dengan hati yang gelisah. Tapi itulah awal pertobatan.

Pesan Tegas Tapi Rohani:

✅ Jangan pakai pelayananmu untuk pamer.
✅ Jangan menganggap dirimu lebih suci dari orang lain.
✅ Tuhan tidak butuh pahlawan rohani, Dia mencari hamba yang rendah hati.

Ingat:
📖 Yakobus 4:6
“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

DPRD Murung Raya

Akhirudin Minta Pemkab Murung Raya Antisipasi Ancaman Kekeringan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 00:23 WIB

You cannot copy content of this page