Jangan Menghakimi, Supaya Kamu Tidak Dihakimi

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Ezra. Ia dikenal pendiam, sederhana, dan tidak banyak bicara. Namun karena penampilannya yang sederhana dan pekerjaannya sebagai tukang kebun, banyak orang di sekitarnya meremehkan dan menyindirnya.

“Ah, Ezra itu tidak akan pernah jadi apa-apa,” kata seorang warga.
“Benar, kerjaannya cuma main tanah. Tidak seperti anak-anak muda lainnya yang sukses di kota,” timpal yang lain.

Ezra sering mendengar kata-kata itu. Kadang diucapkan langsung di depannya, kadang hanya berupa bisik-bisik di belakang. Namun ia tetap diam dan tidak membalas. Dalam hatinya, ia terus mengingat firman Tuhan:

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi, dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
(Matius 7:1-2)

Baca Juga  Pimpinan KPK Sita Hp Pentolan Parpol, Sekretaris LBH Ferari Batu Bara Singgung Kasus PPPK

Waktu berlalu, suatu hari badai besar melanda desa itu. Banyak ladang rusak dan tanaman mati. Namun kebun Ezra tetap kokoh karena ia merawatnya dengan teliti dan penuh kasih. Sayuran dari kebunnya pun menjadi satu-satunya sumber makanan bagi banyak warga desa.

Orang-orang yang dulu mencibir, kini datang dengan rasa malu. Mereka berkata, “Ezra, maafkan kami. Ternyata kamu jauh lebih bijak dan kuat daripada yang kami pikirkan.”

Ezra hanya tersenyum dan menjawab, “Semua kemuliaan bagi Tuhan. Aku hanya melakukan yang bisa aku lakukan dengan setia.”

Sejak hari itu, orang-orang mulai mengubah cara pandang mereka. Mereka belajar untuk tidak cepat menghakimi orang lain, dan lebih dahulu melihat ke dalam diri mereka sendiri—seperti yang diajarkan Yesus:

Baca Juga  Jurnalis dan Nurani Kebenaran: Saat Pena Menjadi Cahaya Peradaban

“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?”
(Lukas 6:41).

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page