Masa Depan Terlalu Mahal untuk Ditukar dengan Pergaulan Salah

- Penulis

Senin, 2 November 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

OPINI — Masa muda adalah fase pembentukan karakter, namun tidak semua pergaulan membawa dampak positif. Di satu sisi ada lingkungan yang mendorong semangat, motivasi, dan perkembangan diri, di sisi lain ada pergaulan yang hanya menawarkan kesenangan sesaat tanpa mempertimbangkan konsekuensi. Karena itu, anak muda perlu memiliki keberanian selektif memilih lingkungan. Keinginan untuk diterima dalam kelompok tidak boleh membuat seseorang kehilangan jati diri, mengabaikan pendidikan, dan menghancurkan cita-cita.

Fenomena pergaulan berisiko masih menjadi tantangan generasi muda. Sebagian anak muda menghabiskan waktu dengan aktivitas tidak produktif yang berpotensi merugikan masa depan, mulai dari penyalahgunaan minuman keras, narkoba, hingga perjudian. Kesenangan sesaat tersebut kerap terlihat menarik, namun dapat menimbulkan penyesalan panjang. Anak muda perlu menyadari bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi yang pada akhirnya harus ditanggung sendiri, bahkan ketika orang-orang yang mengajaknya telah pergi.

Baca Juga  Pasar Remu Punya Cerita: Bersama “Bakit Air Surga”

Pentingnya peran keluarga juga tidak dapat diabaikan. Banyak orang tua berjuang dengan keterbatasan untuk membesarkan, mendidik, dan memenuhi kebutuhan anak dengan penuh kasih dan harapan agar anaknya mandiri dan berhasil. Menghargai perjuangan tersebut dapat diwujudkan dengan memanfaatkan masa muda untuk hal produktif, seperti belajar, mengembangkan kemampuan, mencari pengalaman, dan memperluas wawasan, bukan dengan tindakan yang membuat orang tua kehilangan harapan.

Kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh latar belakang ekonomi. Banyak orang berhasil karena kemauan, disiplin, kerja keras, dan ketekunan untuk terus belajar. Oleh karena itu, anak muda yang hari ini belum memiliki pekerjaan, belum menyelesaikan pendidikan, atau belum mencapai cita-cita, diharapkan tidak cepat menyerah dan tidak membandingkan perjalanannya dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bertumbuh dan berhasil.

Baca Juga  Istri Pertama dan Terutama

Lingkungan pertemanan yang sehat menjadi faktor pendukung penting. Sahabat yang baik bukanlah yang selalu membenarkan semua tindakan, melainkan yang berani menegur ketika ada kesalahan dan mengingatkan untuk tetap fokus pada tujuan. Keberanian untuk berkata tidak terhadap ajakan yang bertentangan dengan prinsip adalah bentuk keberanian terbesar. Lebih baik berjalan sendiri untuk sementara daripada berjalan bersama banyak orang menuju kehancuran.

Pada akhirnya, kualitas pergaulan menentukan arah masa depan. Generasi muda Indonesia diharapkan menjadi pribadi yang berprinsip, berintegritas, dan bertanggung jawab, yang mampu membuktikan perubahan melalui tindakan nyata. Masa muda hanya datang sekali, sehingga perlu digunakan untuk membangun masa depan, bukan penyesalan. Memilih sedikit sahabat yang mendorong menuju kesuksesan jauh lebih berharga daripada banyak teman yang menjauhkan dari cita-cita.

Baca Juga  Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Penulis : Amartus Rahakbauw K

Berita Terkait

Ziarah Makam Putri Compo–Brawijaya V, Roro Mariam: Jika Cucu Brawijaya V Datang, Kami Harus Menyiapkan Bunga
Buang Keangkuhan, Rawat Kerendahan Hati: Wartawan Bukan untuk Menjatuhkan Sesama
Agus Flores Curhat di Besuki: Mengenang Sang Ayah, Dari Sejarah Keluarga Hingga Perjalanan Polri
Pelayanan Bukan Soal Jabatan, Tapi Tanggung Jawab Hamba Tuhan
Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:37 WIB

Masa Depan Terlalu Mahal untuk Ditukar dengan Pergaulan Salah

Minggu, 1 November 2026 - 11:31 WIB

Ziarah Makam Putri Compo–Brawijaya V, Roro Mariam: Jika Cucu Brawijaya V Datang, Kami Harus Menyiapkan Bunga

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Buang Keangkuhan, Rawat Kerendahan Hati: Wartawan Bukan untuk Menjatuhkan Sesama

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Agus Flores Curhat di Besuki: Mengenang Sang Ayah, Dari Sejarah Keluarga Hingga Perjalanan Polri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Pelayanan Bukan Soal Jabatan, Tapi Tanggung Jawab Hamba Tuhan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page