
OPINI — Masa muda adalah fase pembentukan karakter, namun tidak semua pergaulan membawa dampak positif. Di satu sisi ada lingkungan yang mendorong semangat, motivasi, dan perkembangan diri, di sisi lain ada pergaulan yang hanya menawarkan kesenangan sesaat tanpa mempertimbangkan konsekuensi. Karena itu, anak muda perlu memiliki keberanian selektif memilih lingkungan. Keinginan untuk diterima dalam kelompok tidak boleh membuat seseorang kehilangan jati diri, mengabaikan pendidikan, dan menghancurkan cita-cita.
Fenomena pergaulan berisiko masih menjadi tantangan generasi muda. Sebagian anak muda menghabiskan waktu dengan aktivitas tidak produktif yang berpotensi merugikan masa depan, mulai dari penyalahgunaan minuman keras, narkoba, hingga perjudian. Kesenangan sesaat tersebut kerap terlihat menarik, namun dapat menimbulkan penyesalan panjang. Anak muda perlu menyadari bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi yang pada akhirnya harus ditanggung sendiri, bahkan ketika orang-orang yang mengajaknya telah pergi.
Pentingnya peran keluarga juga tidak dapat diabaikan. Banyak orang tua berjuang dengan keterbatasan untuk membesarkan, mendidik, dan memenuhi kebutuhan anak dengan penuh kasih dan harapan agar anaknya mandiri dan berhasil. Menghargai perjuangan tersebut dapat diwujudkan dengan memanfaatkan masa muda untuk hal produktif, seperti belajar, mengembangkan kemampuan, mencari pengalaman, dan memperluas wawasan, bukan dengan tindakan yang membuat orang tua kehilangan harapan.
Kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh latar belakang ekonomi. Banyak orang berhasil karena kemauan, disiplin, kerja keras, dan ketekunan untuk terus belajar. Oleh karena itu, anak muda yang hari ini belum memiliki pekerjaan, belum menyelesaikan pendidikan, atau belum mencapai cita-cita, diharapkan tidak cepat menyerah dan tidak membandingkan perjalanannya dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bertumbuh dan berhasil.
Lingkungan pertemanan yang sehat menjadi faktor pendukung penting. Sahabat yang baik bukanlah yang selalu membenarkan semua tindakan, melainkan yang berani menegur ketika ada kesalahan dan mengingatkan untuk tetap fokus pada tujuan. Keberanian untuk berkata tidak terhadap ajakan yang bertentangan dengan prinsip adalah bentuk keberanian terbesar. Lebih baik berjalan sendiri untuk sementara daripada berjalan bersama banyak orang menuju kehancuran.
Pada akhirnya, kualitas pergaulan menentukan arah masa depan. Generasi muda Indonesia diharapkan menjadi pribadi yang berprinsip, berintegritas, dan bertanggung jawab, yang mampu membuktikan perubahan melalui tindakan nyata. Masa muda hanya datang sekali, sehingga perlu digunakan untuk membangun masa depan, bukan penyesalan. Memilih sedikit sahabat yang mendorong menuju kesuksesan jauh lebih berharga daripada banyak teman yang menjauhkan dari cita-cita.
Penulis : Amartus Rahakbauw K



