
BESUKI, 26 Oktober 2026 — Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Flores, mengungkapkan bahwa Besuki memiliki makna tersendiri dalam perjalanan hidup dan perenungannya. Di tempat ini, ia mengenang sosok ayahnya, Raden Kusman Astrodiarjo, yang menurut penuturannya pernah menjabat sebagai pejabat pada masa pemerintahan residen.
Bagi Agus Flores, mengenang sang ayah bukan sekadar berbicara tentang sejarah keluarga, tetapi juga menjadi ruang untuk merenungkan perjalanan hidup, pengabdian, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.
Dalam pesan yang disampaikannya pada Senin (26/10/2026), Agus mengaku bisa menghabiskan waktu setidaknya tiga jam untuk mencurahkan isi hati ketika berada di Besuki.
“Kalau saya curhat di Besuki, minimal tiga jam,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kedekatan emosional Agus dengan Besuki, sebuah tempat yang menyimpan kenangan dan menjadi ruang refleksi baginya.
Mengenang Sejarah, Merenungkan Pengabdian Polri
Agus Flores juga menyebut makam Prabu Brawijaya V sebagai salah satu tempat yang membuatnya ingin berlama-lama merenung. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa dirinya bisa menghabiskan waktu hingga satu hari untuk mencurahkan pikiran dan perasaannya.
Dalam perenungan tersebut, persoalan kepolisian menjadi salah satu topik yang banyak ia pikirkan dan bicarakan.
Sebagai Ketua Umum Fast Respon Nusantara, perhatian Agus terhadap institusi Polri berkaitan dengan pentingnya penegakan hukum, profesionalisme aparat, serta harapan agar kepolisian semakin dekat dengan masyarakat.
Baginya, pembicaraan mengenai Polri bukan semata-mata soal institusi, melainkan juga menyangkut kepercayaan publik, keadilan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas negara.
Besuki Menjadi Ruang Refleksi
Besuki, kenangan tentang sang ayah, dan kunjungan ke makam yang disebutnya menjadi bagian dari pengalaman pribadi Agus Flores. Di tengah kesibukannya, momen tersebut menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, mengenang masa lalu, sekaligus memikirkan persoalan yang menjadi perhatiannya saat ini.
Curahan hati Agus Flores memperlihatkan sisi personal seorang tokoh organisasi yang selama ini dikenal melalui aktivitas dan pernyataannya terkait kepolisian.
Di balik berbagai agenda dan kegiatan organisasi, terdapat pula ruang pribadi untuk mengenang keluarga, merefleksikan perjalanan hidup, serta menyampaikan harapan terhadap institusi yang menjadi perhatiannya.
Keterangan mengenai jabatan Raden Kusman Astrodiarjo pada masa residen dan detail sejarah keluarga masih perlu diverifikasi melalui sumber sejarah atau dokumen pendukung. Pernyataan mengenai kegiatan Agus Flores di Besuki dan makam Prabu Brawijaya V dalam berita ini disajikan berdasarkan pesan yang disampaikannya.
(Red)



