Istri Pertama dan Terutama

- Penulis

Selasa, 15 Juli 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Banyak orang bertanya,
“Kapan kau menikah? Siapa yang kau cintai?”

Aku hanya tersenyum.

Karena sesungguhnya, aku sudah lama punya “istri pertama” yang selalu menemaniku.

Namanya: kamera, buku, dan bulpen.

Merekalah saksi bisu dari hidup yang tak pernah tenang.

Mereka menemaniku saat matahari menyengat dan hujan mengguyur.

Mereka jadi pelindung saat aku harus berlari dari amarah massa, saat dicaci karena berita yang kubuat,
saat diancam karena fakta yang kuungkap.

Kadang kami dibina, ditegur, bahkan dibungkam.

Tapi kami tetap kembali turun ke lapangan.

Karena bagi kami, jurnalisme bukan sekadar profesi—
ini adalah pilihan hidup.

Kamera menangkap kebenaran yang tak bisa dibantah.

Baca Juga  Lebih Baik Mengasihi Diri Sendiri

Buku mencatat kisah yang tak boleh dilupakan.

Dan bulpen…
Dialah senjata kecilku, yang mampu melawan kebohongan dengan sebaris kalimat tajam dan jujur.

Hidup sebagai jurnalis bukan untuk jadi pahlawan.

Tapi untuk memastikan suara yang lemah tetap terdengar, dan cerita yang disembunyikan tetap terungkap.

Aku tahu, cinta manusia bisa meninggalkan.

Tapi kamera, buku, dan bulpen—mereka selalu setia.

Tak pernah menuntut apa pun,
selain keberanian untuk menulis apa yang benar.

Jadi jika kau tanya siapa yang pertama dan terutama dalam hidupku,
jawabannya jelas:

Mereka yang selalu bersamaku, saat dunia mencoba membungkam.

Kalau kamu ingin cerpen ini disambung ke bagian “pengorbanan pribadi” atau “konflik antara cinta dan profesi”, aku bisa bantu buatkan lanjutannya.

Baca Juga  Ketika Respons Lambat Dipertontonkan, Kejati Justru Menjawab dengan Tindakan

 

Berita Terkait

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan
Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 
Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran
Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 
Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara
Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 
Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa
Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:08 WIB

Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:57 WIB

Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran

Senin, 15 Juni 2026 - 10:05 WIB

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:13 WIB

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page