
MOJOKERTO – Makam Cagar Budaya Putri Compo dan Raja Majapahit Brawijaya V yang berada di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kembali dikunjungi Raden Mas MH. Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H., M.H., pada 31 Oktober 2026.
Agus yang dikenal dengan julukan Agus Flores merupakan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (FRN), sekaligus seorang pengacara senior di DKI Jakarta.
Kunjungan ziarah tersebut merupakan bagian dari rutinitas yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun. Dalam kurun waktu tertentu, Agus secara konsisten melakukan ziarah dan tabur bunga di makam Putri Compo dan Brawijaya V.
Kebiasaan tersebut bahkan telah dikenal oleh masyarakat dan para peziarah. Kehadiran bunga-bunga segar di area makam kerap menjadi penanda bahwa Agus Flores kembali berziarah ke tempat bersejarah tersebut.
“Para tamu yang datang berziarah pasti tahu. Ketika banyak bunga bertaburan di makam Eyang Raja Majapahit dan Eyang Putri Compo, mereka pasti mengetahui bahwa cucunya datang lagi,” ujar Roro Mariam, yang mengaku sebagai keturunan Brawijaya VII sekaligus juru kunci makam.
Roro Mariam juga menceritakan pengalaman spiritual yang menurut pengakuannya kerap dialaminya. Ia mengaku pernah didatangi sosok Putri Compo melalui mimpi maupun pengalaman yang diyakininya sebagai kehadiran langsung, yang menanyakan keberadaan cucunya, Agus.
Menurut Roro Mariam, kompleks makam Eyang Putri Compo dan Brawijaya V tersebut telah berusia sekitar 600 tahun dan berada di kawasan yang dahulu menjadi pusat peradaban Kerajaan Majapahit di Trowulan. Situs bersejarah itu kini menjadi bagian dari kawasan cagar budaya yang dilestarikan pemerintah.
Ia juga menjelaskan bahwa upaya awal pemugaran dan perbaikan kawasan Cagar Budaya Putri Compo–Brawijaya V telah dilakukan sejak masa pemerintahan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.
Bahkan, menurut penuturannya, situs tersebut pernah dikunjungi sejumlah presiden Indonesia.
“Sejak zaman Presiden Soekarno, situs ini sudah dikunjungi. Kemudian Presiden Soeharto bersama Ibu Tien Soeharto, dilanjutkan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta Presiden Megawati Soekarnoputri,” ungkap Roro Mariam.
Kawasan cagar budaya yang berada di sekitar Kolam Segaran, yang dikenal sebagai salah satu peninggalan penting Kerajaan Majapahit, juga kerap dikunjungi pejabat dari berbagai daerah di Indonesia.
Kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap peninggalan sejarah dan warisan peradaban Majapahit yang memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah Nusantara.
Lebih lanjut, Roro Mariam menyebutkan bahwa terdapat dua panglima perang yang berkaitan dengan sejarah Gajah Mada dan dimakamkan di kawasan cagar budaya tersebut.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa kunjungan dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia ke kompleks makam tersebut masih tergolong jarang.
Ia berharap perhatian berbagai pihak, termasuk institusi negara, semakin meningkat terhadap keberadaan situs bersejarah tersebut agar nilai sejarah dan warisan budaya Majapahit tetap terjaga serta dikenal oleh generasi mendatang.
(AF)



