Udara Murung Raya Memburuk Akibat Karhutla, Dina Maulidah Imbau Warga Wajib Bermasker

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURUK CAHU, Tempotimur.com – Kualitas udara di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menjaga kesehatan.

Imbauan itu disampaikan Dina Maulidah menyusul pekatnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Murung Raya dalam beberapa hari terakhir.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Murung Raya untuk tetap menjaga kesehatan. Mengingat kondisi udara yang kurang sehat, wajib menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah,” ujar Dina kepada awak media, Jumat (18/9/2026).

Menurut Dina Maulidah penggunaan masker menjadi langkah paling sederhana dan efektif untuk meminimalisasi paparan partikel berbahaya dari asap karhutla.

Selain itu, ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, terutama ketika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Perhatian khusus, kata dia, perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia) yang lebih sensitif terhadap gangguan pernapasan.

Dina Maulidah juga mengingatkan warga agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan jika mengalami gejala akibat paparan asap.

“Apabila merasa sesak napas atau mengalami gangguan pernapasan lainnya akibat paparan asap, segera cari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan ditunda,” tegasnya.

Ia mengapresiasi kehadiran Rumah Oksigen sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga terdampak kabut asap. Namun, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperluas layanan hingga ke tingkat bawah.

“Kami mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk menyiapkan posko kesehatan serta menjamin ketersediaan oksigen di level kecamatan dan desa, agar masyarakat dapat tertangani secara cepat bila terpapar kabut asap,” tambahnya.

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya terus berupaya melakukan pencegahan dan pemadaman di sejumlah titik api untuk menekan sumber polusi dan memulihkan kualitas lingkungan di Murung Raya. (hbr).

Baca Juga  Sidokkes Polres Mabar Berikan Pelayanan Kesehatan Bagi Petugas Maupun Masyarakat

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Selimuti Murung Raya, Wabup Rahmanto Imbau Warga Pakai Masker Keluar Rumah
Luruskan Isu di Medsos, Bupati Murung Raya: Kelangkaan BBM Pertalite Bukan Karena Pendulang Emas
Dina Maulidah Gelar Reses di Desa Maruwei. Warga Usul Perbaikan SDN 1 dan Sarana Olahraga
Dilaporkan Atas Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Bakal Dipanggil Polda Metro Jaya
Ketua TP PKK Provsu Kahiyang Ayu Bobby Nasution Kunjungi Gedung PKK Kota Tanjung Balai
DPRD Murung Raya Sahkan Perubahan APBD 2026, Bupati Heriyus Minta Percepat Serapan Anggaran
Dua Kecamatan Pesisir Tanjung Balai Masuk Program Strategis NPGT Nasional
Dina Maulidah Jadi Narasumber LDKM Akbid Murung Raya

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:04 WIB

Udara Murung Raya Memburuk Akibat Karhutla, Dina Maulidah Imbau Warga Wajib Bermasker

Sabtu, 19 September 2026 - 16:58 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Murung Raya, Wabup Rahmanto Imbau Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Sabtu, 19 September 2026 - 15:20 WIB

Luruskan Isu di Medsos, Bupati Murung Raya: Kelangkaan BBM Pertalite Bukan Karena Pendulang Emas

Jumat, 18 September 2026 - 23:45 WIB

Dina Maulidah Gelar Reses di Desa Maruwei. Warga Usul Perbaikan SDN 1 dan Sarana Olahraga

Jumat, 18 September 2026 - 21:37 WIB

Dilaporkan Atas Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Bakal Dipanggil Polda Metro Jaya

Berita Terbaru

Opini

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:11 WIB

You cannot copy content of this page