MANOKWARI — Persoalan layanan pendidikan di Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, kembali mencuat.
Kepala Kampung Menggerba, Ayub Esnam, yang mewakili 25 kampung, Minggu pagi (3/5/2026),pukul 12.38 WIT mengatakan secara terbuka mengkritik belum optimalnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, Ayub menilai kualitas layanan pendidikan di Distrik Merdey masih jauh dari harapan, meski berbagai program pemerintah telah dicanangkan.
“Fasilitas ada, tapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Pelayanan pendidikan juga belum berjalan optimal,” ujarnya.
Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada masa depan anak-anak di wilayah pedalaman. Keterbatasan layanan, menurut Ayub, berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas sumber daya manusia antara daerah perkotaan dan kampung-kampung di Merdey.
Ia menegaskan, jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah, maka generasi muda di wilayah tersebut akan terus tertinggal.
“Jangan sampai anak-anak di kampung hanya jadi penonton pembangunan. Mereka harus diberi kesempatan yang sama melalui pendidikan yang layak,” tegasnya.
Ayub juga menyoroti perlunya pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja tenaga pendidik serta distribusi fasilitas pendidikan yang dinilai belum merata.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah Kabupaten Teluk Bintuni untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga serius membangun kualitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
“Kalau pendidikan diabaikan, kita akan kehilangan generasi. Dari 25 kampung ini seharusnya bisa lahir pemimpin-pemimpin daerah, tapi itu tidak akan terjadi kalau sistemnya tidak diperbaiki,” katanya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait kritik yang disampaikan perwakilan 25 kampung di Distrik Merdey tersebut.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K


















