Di Balik Panggung Wisuda, Pesan Keras Wakapolda Papua Barat tentang Masa Depan Alam dan Masyarakat Adat

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

MANOKWARI — Suasana haru dan bangga menyelimuti wisuda perdana Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) di Manokwari, Sabtu (28/3/2026).

Para lulusan tampak sumringah mengenakan toga, menatap masa depan dengan penuh harapan.

Namun di tengah momen akademik yang sakral itu, terselip sebuah pesan kuat yang menggugah kesadaran—tentang masa depan tanah Papua yang sedang dipertaruhkan.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat, Sulastiana, berdiri di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, menyampaikan orasi ilmiah yang tak sekadar seremonial.

Ia berbicara tentang sesuatu yang lebih dalam: relasi antara pembangunan, alam, dan nasib masyarakat adat.

Dengan nada tegas namun penuh keprihatinan, ia menyoroti bagaimana pengelolaan sumber daya alam di Papua Barat masih jauh dari ideal.

Baca Juga  Gubernur Dominggus Mandacan: Pemerintah Siapkan Koordinasi Lintas Kementerian Percepat Penanganan Kesehatan di Papua Barat

“Sudah saatnya pembangunan SDA ditata dengan paradigma baru,” ujarnya. “Bukan lagi menempatkan izin lebih cepat dari dialog, atau produksi lebih utama dari perlindungan.”

Bagi Sulastiana, persoalan tambang bukan hanya soal ekonomi. Ia melihat langsung bagaimana konflik lahan terus terjadi, bagaimana masyarakat adat kerap tersisih dari tanahnya sendiri, dan bagaimana kerusakan lingkungan perlahan menggerus kehidupan generasi mendatang.

Di hadapan para lulusan baru, ia seakan mengingatkan bahwa gelar akademik bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial.

Ia kemudian memaparkan lima prinsip yang menurutnya harus menjadi fondasi baru dalam tata kelola pertambangan. Mulai dari pengakuan hak masyarakat adat, penerapan prinsip persetujuan bebas (free, prior and informed consent), hingga pentingnya pengawasan yang melibatkan banyak pihak.

Baca Juga  Akademi Kebidanan Gelar PKKMB Angkatan I 26 Mahasiswanya, di Hadiri Pj Bupati Murung Raya

Lebih jauh, ia menyinggung soal ketimpangan manfaat yang selama ini dirasakan masyarakat lokal. Kekayaan alam yang melimpah, menurutnya, belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Kerusakan lingkungan bukan hanya soal ekologi,” katanya, “tetapi juga memicu krisis sosial yang akan diwariskan ke generasi berikutnya.”

Di titik ini, ruangan seakan menjadi lebih hening. Pesan itu bukan hanya kritik, tetapi juga peringatan.

Sulastiana juga menekankan bahwa tidak semua wilayah layak untuk ditambang. Ada kawasan dengan kerentanan ekologis tinggi yang harus dilindungi, apa pun alasannya. Ia pun mendorong penegakan hukum yang lebih tegas terhadap praktik tambang ilegal yang masih marak.

Namun yang paling menyentuh adalah pesannya kepada generasi muda.
Ia tidak ingin para lulusan hanya menjadi bagian dari sistem yang ada, tetapi menjadi agen perubahan. Menjadi pengawas, pemikir, bahkan penggerak kebijakan yang berpihak pada keadilan.

Baca Juga  Gubernur Dominggus Mandacan Paparkan Potensi Migas dan Dorong Realisasi PI 10 Persen di Papua Barat 

“Generasi muda harus berani mengambil peran,” ucapnya, “bukan sekadar menjadi penonton.”

Di tengah euforia wisuda, pesan itu menjadi pengingat bahwa masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alamnya, tetapi oleh keberanian generasinya untuk menjaga dan memperjuangkannya.

Hari itu, di balik toga dan senyum para lulusan, tersimpan sebuah panggilan: menjaga tanah, melindungi manusia, dan merawat masa depan bersama.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Plh Wali Kota Tanjung Balai Hadiri Acara Penghargaan FLS3N Jenjang SD dan SMP Tingkat Kota 
SMA Negeri 1 Tanjung Tiram Adakan Pentas Seni, Siswa/i Bayar Rp250 Ribu
Kadis Pendidikan Papua Barat Akan Tinjau Pergub Pendidikan Karakter untuk Cegah Penyalahgunaan Lem di Kalangan Siswa
Bupati Baharuddin Hadiri Peringatan Milad ke–68 UNIVA Medan
Plh WaliKota Tanjung Balai Hadiri Pelatihan Fardhu kifayah SMPN 2 
Plh Walikota Tanjung Balai Hadiri Pawai Keliling Peringati Harlah YMPI Ke-78 
Lapas Labuhan Ruku dan PKBM Amanah Al Washliyah Indrapura Gelar Pembinaan Pendidikan 
Putra Batu Bara Bertambah Raih Gelar Doktor di UINSU Medan

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:57 WIB

Plh Wali Kota Tanjung Balai Hadiri Acara Penghargaan FLS3N Jenjang SD dan SMP Tingkat Kota 

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:28 WIB

SMA Negeri 1 Tanjung Tiram Adakan Pentas Seni, Siswa/i Bayar Rp250 Ribu

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:07 WIB

Kadis Pendidikan Papua Barat Akan Tinjau Pergub Pendidikan Karakter untuk Cegah Penyalahgunaan Lem di Kalangan Siswa

Senin, 18 Mei 2026 - 14:48 WIB

Bupati Baharuddin Hadiri Peringatan Milad ke–68 UNIVA Medan

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:37 WIB

Plh WaliKota Tanjung Balai Hadiri Pelatihan Fardhu kifayah SMPN 2 

Berita Terbaru

Pemerintahan

Plh Wali Kota Tanjung Balai dan BPS Sumut Bahas Sinkronisasi IKK

Selasa, 9 Jun 2026 - 22:13 WIB

You cannot copy content of this page