Dimana Logisnya Provinsi Sumatera Pantai Timur Itu?

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

( Bagian kedua )

 

oleh; Irwansyah Nasution

 

Kita mulai dengan satu pernyataan bagaimana jika wilayah pesisir timur di Sumatera Utara dipisahkan menjadi sebuah provinsi baru yang lebih fokus pada karakter maritim dan ekonomi pesisir—apakah hal itu akan menjawab pertanyaan publik di enam kabupaten tersebut atas gagasan membentuk daerah Aslab menjadi daerah otonom baru ?.

 

Tentu para pelaku gagasan mestinya memahami bahwa tidak semua ide akan dapat di terima semua pihak untuk itu di perlukan kerjasama bukan klaim klaim sepihak di perlukan gagasan yang jelas tentang pemetaan manfaat pada publik secara jelas dan terus menerus (propaganda kontineu) agar mendapat dukungan yang luas tidak di kooptasi segelintir elit saja apalagi tidak punya kemampuan menjelaskan akan tujuannya agar terwujud..

 

Pernyataan ini mengantar pada alasan pertama: secara geografis, kawasan pantai timur memiliki bentang alam, potensi, dan tantangan yang berbeda dibanding wilayah dataran tinggi di Sumut lainnya sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih spesifik dan terarah. terutama adanya jaminan potensi daerah baru tersebut dapat menjamin kelangsungan dengan kemampuan pengembangan potensi alam geografisnya agar tidak di ledek daerah lain sebagai langkah gagah gagahan tapi tak berdaya jika di mekarkan karena mengandalkan subsidi pusat semata jika seperti itu ada yang salah dalam gagasan dan implementasinya kan?.

Baca Juga  Hutan yang Pergi, Manusia yang Mencari

 

Memang jika kita melihat potensi kawasan pantai timur Sumatera (Aslab) sangat menguntungkan secara Geo Ekonomi dan Geo Politik baik dalam negeri maupun untuk panggung internasional Indonesia kedepannya jika menjadi kawasan otonomi yang baru.Kawasan ini punya peluang besar karena dapat menjadi pusat lintasan perdagangan dunia yang di sebut selat Malaka.

 

Kekuatan potensi jalur pelabuhan dan pusat perdagangan internasional bisa memberikan keuntungan multi player effect untuk pertumbuhan ekonomi bagi daerah ini maupun masyarakatnya seperti daerah daerah pesisir dunia lainnya katakanlah Port Klang Malaysia, Marina Bay Center Singapura yang dulu penulis pernah kunjungi beberapa tahun silam.

 

Kita bisa ambil hikmah dari peristiwa perang yang sedang berlangsung negara Islam Iran lawan Amerika dan Zeonis Israel,Bagaimana Iran pandai memainkan lawannya Negara super power nan sombong itu tak berdaya saat Negara Islam Iran mencekik dan memelintir Selat Hormuz membuat Amerika dan Israel lumpuh perekomiannya bukan sekedar perang militer yang harus di.menangkan Negara Islam Iran tapi perang ekonomi yang di buktikan Iran membuat dunia mengerti bahwa potensi pesisir itu ternyata bila dikelola dengan baik bisa menjadi benteng ekonomi yang handal dan menjanjikan.

Baca Juga  Jejak Kasih yang Mengikuti Seumur Hidup

 

Selat Malaka yang berada di pesisir Pantai Sumatera (Aslab) atau pantai Timur ,punya kemiripan yang sama sebagai urat nadi potensi perdagangan dunia yang tak pernah istirahat aktivitas bongkar muatnya kapal dagang dunia artinya perekonomian daerah otonomi selevel propinsi sangat mungkin dapat di wujudkan bila penjelasan tujuannya logis dan masuk akal,bukan akal akalan.

 

Lalu, mengapa sektor pelayanan publik jasa Geo Ekonomi menjadi pertimbangan penting dalam pemekaran ini? Karena luasnya wilayah dan jarak yang cukup jauh dari pusat pemerintahan saat ini sering kali memperlambat akses masyarakat terhadap layanan dasar. Seperti dalam tulisan sebelumnya , dengan provinsi baru, rentang kendali pemerintahan menjadi lebih pendek, sehingga pelayanan bisa lebih cepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat setempat.

Baca Juga  Kombinasi kata "Inspirasi" dan Angka 5 Sebagai Simbol "5 Menit" yang Bermakna

Selanjutnya, apakah potensi ekonomi wilayah pesisir sudah dimaksimalkan? Jika dilihat dari sektor , perikanan, industri, hingga pelabuhan, kawasan ini ?.

Semuanya masih perlu pembuktian. Daerah otonomi kabupaten dan kota di enam ,kawasan ini suka tidak suka taring otonomnya sudah di copot oleh pemerintah pusat dengan memindahkan otonomi ke propinsi jadi inilah menjadi kunci wacana pemekaran itu sesungguhnya …he.he.he.

( Dilanjut tulisan berikutnya )

 

Penulis Dir LKPI ( Lembaga Komunikasi Pembangunan Indonesia)

Berita Terkait

Pemekaran Aslab Seriuskah Agar Tak Salah Arah
Gagasan Pemekaran Provinsi SUMPIT itu Gak Bisa Ujug – Ujug
Ketika Respons Lambat Dipertontonkan, Kejati Justru Menjawab dengan Tindakan
Jangan Takut Bersinar Meskipun Kesuksesan Akan Selalu Diuji, Teruslah Jangan Pernah Berhenti Melangkah
“Jurnalisme dan Nurani: Menulis dengan Hati, Bukan Ego”
Dari Gosip ke Gagasan: Tiga Tingkatan Berpikir yang Menentukan Kualitas Bangsa
“Membunuh Korupsi di Dalam Diri”
Di Pelataran Senja, Seorang Pelayan Menanti Fajar Paskah

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:23 WIB

Pemekaran Aslab Seriuskah Agar Tak Salah Arah

Minggu, 19 April 2026 - 09:19 WIB

Dimana Logisnya Provinsi Sumatera Pantai Timur Itu?

Minggu, 19 April 2026 - 09:13 WIB

Gagasan Pemekaran Provinsi SUMPIT itu Gak Bisa Ujug – Ujug

Jumat, 17 April 2026 - 23:54 WIB

Ketika Respons Lambat Dipertontonkan, Kejati Justru Menjawab dengan Tindakan

Jumat, 17 April 2026 - 20:42 WIB

Jangan Takut Bersinar Meskipun Kesuksesan Akan Selalu Diuji, Teruslah Jangan Pernah Berhenti Melangkah

Berita Terbaru

Opini

Pemekaran Aslab Seriuskah Agar Tak Salah Arah

Minggu, 19 Apr 2026 - 09:23 WIB

Opini

Dimana Logisnya Provinsi Sumatera Pantai Timur Itu?

Minggu, 19 Apr 2026 - 09:19 WIB

You cannot copy content of this page