Manokwari — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, S.Pd., M.Pd., menegaskan kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan agar bekerja membangun pendidikan dengan hati, kepedulian, dan panggilan pengabdian, bukan semata-mata dengan logika dan rutinitas birokrasi.
Penegasan tersebut disampaikan Barnabas Dowansiba saat dikonfirmasi Tempo-Timur.com, Jumat siang (23/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIT di Manokwari.
“Terima kasih. Harapan Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas kepada seluruh teman-teman di Dinas Pendidikan, mari kita bekerja membangun pendidikan dengan hati, bukan hanya dengan logika,” ujar Barnabas Dowansiba dengan tegas.
Ia menekankan bahwa dunia pendidikan di Papua Barat membutuhkan kepekaan sosial, rasa empati, dan ketulusan, terutama dalam melayani anak-anak di daerah terpencil dan masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
“Kita harus gunakan hati—hati yang peduli, hati yang merasa kasihan, hati yang melayani sebagai bentuk ibadah. Jangan hanya bekerja berdasarkan logika, aturan, dan kepentingan pribadi,” tegasnya.
Menurutnya, jika aparatur pendidikan hanya bekerja berdasarkan hitungan administratif tanpa empati, maka tujuan besar peningkatan kualitas pendidikan tidak akan tercapai secara maksimal.
Ia berharap pesan tersebut menjadi peringatan sekaligus motivasi bagi seluruh ASN dan tenaga pendidik agar kembali pada esensi pengabdian, yakni melayani dan mencerdaskan generasi Papua Barat dengan penuh tanggung jawab moral.
Penulis : Amatus Rahakbauw




















