Kinerja Kapolda Kalbar Disorot, Agus Flores Ingatkan Ormas Tak Bikin Gaduh

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta — Belakangan ini kinerja Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto menjadi sorotan sejumlah organisasi masyarakat terkait maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kalbar. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Agus Flores meminta agar kritik disampaikan secara objektif dan tidak membangun kegaduhan publik.

Agus Flores menegaskan bahwa dirinya mengenal langsung sosok Irjen Pol Pipit Rismanto dan menilai Kapolda Kalbar telah bekerja maksimal dalam upaya pemberantasan tambang ilegal.

“Kapolda Kalbar sudah bekerja maksimal memberantas tambang ilegal. Saya tahu betul sosok Bang Pipit, tidak ada ampun terhadap tambang ilegal. Jangan banyak bikin gaduh dan menyebar fitnah ke sana kemari terhadap Kapolda,” tegas Agus Flores kepada media, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga  Ahmad Doli, Akui Agus Flores Manusia Unik 

Sebelumnya, kritik keras disampaikan oleh Lembaga Investigasi dan Informasi Kriminal Khusus Republik Indonesia (Lidik Krimsus RI). Dalam rilis resminya, organisasi tersebut menilai komitmen Kapolda Kalbar dalam memberantas PETI hanya sebatas pernyataan di media dan belum dirasakan secara nyata di lapangan.

Ketua Umum Lidik Krimsus RI, Ossie Gumanti, menyampaikan bahwa aktivitas PETI di Kalimantan Barat masih marak dan telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius.

“Kerusakan ekosistem semakin parah. Gunung dan hutan digunduli, aliran sungai makin dangkal. Penegasan Presiden, Kapolri, dan Kapolda Kalbar seolah diabaikan karena sampai saat ini PETI masih beroperasi,” ujar Ossie.

Ossie bahkan menyebut sejumlah daerah di Kalimantan Barat yang dinilai belum tersentuh penindakan serius, di antaranya Kabupaten Sintang, Bengkayang, Landak, Sekadau, Kapuas Hulu, Sanggau, Ketapang, serta wilayah lainnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan Indonesia Digital Test House

Menurutnya, permasalahan PETI sulit diberantas karena adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang membekingi aktivitas ilegal tersebut.

“Permasalahan PETI ini sangat sulit diberantas karena ada dugaan kuat oknum aparat yang membekingi. Setiap ada operasi penindakan, para pekerja sudah lebih dulu mengetahui,” ungkapnya.

Kritik serupa juga disampaikan oleh Evan, salah seorang warga Kalimantan Barat. Ia menilai penegakan hukum selama ini masih terkesan tebang pilih.

“Yang ditangkap itu pekerja kecil, sementara bos atau penampung emasnya tidak pernah tersentuh hukum. Kami berharap penindakan dilakukan secara adil agar masyarakat patuh terhadap hukum,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan media ini, pihak Polda Kalimantan Barat belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Baca Juga  Citra Polri Terancam, Agus Flores Desak Pemberantasan Oknum Perusak Reputasi Kapolri

Penulis : AF/Tempotimur

Berita Terkait

Bupati Baharuddin Siagian Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pelayanan Hukum di Batu Bara
LKPI Serahkan Surat Dukungan Pansus Plasma HGU ke DPRD Batu Bara  
Sentil Kasus Silmy Karim, Menteri Agus Andrianto Ingatkan Jajaran: Yang Masih Belum Sadar, Bangun Dari Tidur! 
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG
Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera
Papua Barat Resmi Mulai Persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026
Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Prancis
Hubungan Batu Bara-Malaysia: Lebih Dari Kerja Sama, Ini Ikatan Persaudaraan Serumpun

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:41 WIB

Bupati Baharuddin Siagian Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pelayanan Hukum di Batu Bara

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:26 WIB

LKPI Serahkan Surat Dukungan Pansus Plasma HGU ke DPRD Batu Bara  

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:54 WIB

Sentil Kasus Silmy Karim, Menteri Agus Andrianto Ingatkan Jajaran: Yang Masih Belum Sadar, Bangun Dari Tidur! 

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:40 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:50 WIB

Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page