Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BATU BARA — Kabupaten Batu Bara menorehkan sejarah baru di tepi laut. Kamis 4/6/2026, Pantai Jono di Kuala Tanjung tak hanya disapa ombak Selat Malaka, tapi juga gaung nobat dan doa. Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara resmi dilantik dalam upacara adat yang khidmat. Di tengah derasnya zaman yang serba instan, Batu Bara justru memilih pulang ke akar: menguatkan adat sebagai kompas melangkah ke depan.

 

Inilah momen yang lama dinanti. Sembilan kedatukan tua — Lima Puluh, Pesisir, Lima Laras, Bogak, Tanjung Kasau, Sipare-pare, Pagurawan, Tanjung Limau Purut, dan Tanah Datar — akhirnya duduk dalam satu payung. Jika dulu masing-masing menjaga bara adatnya sendiri, kini apinya disatukan. Majelis Kedatukan hadir bukan untuk bernostalgia, tapi untuk memastikan warisan leluhur tetap menyala di tangan generasi baru.

Baca Juga  Pengurus Fast Respon dan Takmir Masjid Agung Demak Akan Sukseskan Istighosah HUT Bhayangkara ke-79

 

Prosesi berlangsung penuh takzim. Ayat suci dilantunkan, pemasyuran diikrarkan, tepung tawar ditabur sebagai tanda restu. Di hadapan unsur pemerintah pusat hingga daerah, para raja dan sultan se-Sumatera,  perwakilan Konsulat Malaysia Mohamad Ridzuan, tak luput hadir komandan Brimob Polda Sumut, serta Forkopimda kabupaten batu bara, OK Khairul Amri dinobatkan sebagai Ketua dengan gelar Dato’ Setiawangsa II. Tugasnya jelas: jangan biarkan majelis jadi simbol kosong. Ia harus jadi rumah besar yang menghidupkan adat dalam sekolah, kantor, pasar, dan rumah warga.

 

“Budaya bukan pajangan,” tegas Sekretaris Panitia Raisha Ramadhan. Kalimat itu yang menjiwai seluruh rangkaian acara. Makan bejambah digelar bukan sekadar jamuan, tapi cara Melayu mengikat persaudaraan. Seni dipentaskan bukan sekadar tontonan, tapi bahasa jiwa. Di sinilah pesan kuatnya: adat dijunjung tinggi bukan dengan pidato, tapi dengan laku hidup. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

Baca Juga  Semarakkan Hari Pengayoman, Lapas Labuhan Ruku Ikuti Touring dan Bakti Sosial Bersama Kanwil Kemenkumham Sumut

 

Pelantikan ini bukan akhir, melainkan janji. Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara akan berjalan beriringan dengan pemerintah, memastikan pembangunan tak mengorbankan identitas. Dari Pantai Jono, pesan itu dikirim ke Nusantara: Batu Bara siap maju, tapi dengan wajah Melayunya. Sebab hanya yang berakar kuat yang tak tumbang diterpa badai zaman. Dan bangsa yang besar adalah bangsa yang berani merawat jati dirinya.

 

 

Penulis : R Ramadhan

Berita Terkait

Pelantikan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu
Papua Barat Resmi Mulai Persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026
Plh Wali Kota Bersama Forkopimda Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H/2026 M 
Musa Rajekshah Apresiasi Semangat Berqurban Kader Pemuda Pancasila Sumut, Tahun Ini Capai 17 Ekor Sapi
Kapolres Tanjung Balai Turun ke Jalan, Amankan Pawai Takbiran Idul Adha  
Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Prancis
MRPB Dorong Model Baru Pembangunan Papua Barat Berbasis Afirmasi dan Legitimasi Adat
Pernikahan Azrie Hakimi dan Nur Ashimah Berlangsung Khidmat di Masjid Al Islamiyah Kampung Lindungan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:50 WIB

Sembilan Menjadi Satu: Marwah Melayu Batu Bara Ditegakkan di Bibir Pantai Timur Sumatera

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:14 WIB

Pelantikan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:34 WIB

Papua Barat Resmi Mulai Persiapan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:53 WIB

Plh Wali Kota Bersama Forkopimda Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H/2026 M 

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:23 WIB

Musa Rajekshah Apresiasi Semangat Berqurban Kader Pemuda Pancasila Sumut, Tahun Ini Capai 17 Ekor Sapi

Berita Terbaru

Opini

Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Kamis, 4 Jun 2026 - 19:52 WIB

You cannot copy content of this page