Selamat Malam, Cinta — Surat Terakhir dari Hati yang Mundur dengan Teratur

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Selamat malam, cinta.
Selamat tidur, cinta.
Malam ini aku hanya ingin berbicara lewat kata, karena mungkin itu satu-satunya jalan yang tersisa untukku menyapa hatimu yang kini sudah jauh.

Aku ingin bilang sesuatu, yang selama ini kutahan di dada:
Beta mundur.
Bukan karena beta tidak cinta, tapi karena beta sadar — cinta yang dulu kita jaga, kini sudah bukan untuk beta lagi.

Beta tahu, sekarang ale sudah punya cinta yang baru.
Beta lihat, sejak nyong yang kemarin datang, ale mulai jalan deng dia.
Waktu itu, beta diam saja. Beta cuma bisa lihat dari jauh, sambil belajar menerima bahwa mungkin… tempat beta di hati ale sudah tak ada lagi.

Baca Juga  Ayah & Ibu Cahaya Makrifat Allah di Dunia

Mungkin benar, cinta tidak selalu harus memiliki. Kadang, cinta juga berarti tahu kapan harus mundur — dengan tenang, dengan hormat, tanpa dendam.
Beta tidak mau jadi orang yang ganggu kebahagiaan ale. Beta rela, sungguh rela, kalau memang dia yang bisa buat ale bahagia.

Beta sadar, ale juga sudah menjauh.
Ale bahkan sudah blokir beta.
Awalnya sakit sekali… seolah dunia berhenti sejenak waktu itu. Tapi setelah beta pikir baik-baik, mungkin itulah tanda dari Tuhan, bahwa sudah waktunya beta berhenti menunggu sesuatu yang tak lagi ditujukan untuk beta.

Beta bukan siapa-siapa, cinta.
Beta bukan pegawai, bukan orang yang bisa kasih apa-apa.
Beta cuma seorang pengangguran, dengan mimpi sederhana dan cinta yang tulus. Tapi ternyata ketulusan saja tidak cukup buat pertahankan cinta.

Baca Juga  Berdirilah di Sisi Mereka: Catatan Hati untuk Pemimpin yang Masih Mau Mendengar

Jadi malam ini, beta ingin pamit — dengan hati yang masih sayang, tapi juga sadar diri.
Beta mundur dengan teratur, supaya ale bisa jalan terus dengan dia tanpa beban.
Karena pada akhirnya, yang penting bukan siapa yang paling mencintai, tapi siapa yang paling membuat ale bahagia.

Selamat malam, cinta.
Selamat tidur dengan tenang.
Kalau suatu hari ale kenang beta, jangan kenang luka atau air mata — kenang saja bahwa pernah ada seseorang yang mencintai ale dengan sederhana, tapi dengan segenap hati.

Penulis : Amatus Rahakbauw. K

Berita Terkait

Di Bawah Langit Kasuari: Perjalanan Sunyi Seorang Anak Papua
Bikin Kaget Gorontalo, Istri Ketum FRN Mendadak Jadi Kepsek
Jangan Salah Menilai: Pengenalan Dunia Jurnalis yang Sering Disalahpahami
Agus Flores Kembali Dapat Wejangan Dari Presiden ke-7 RI
Untung Ada Presiden Hebat, Mengetahui Kenapa Kapolri Kurus, Karena ini
Dalam Harmoni Alam, Lahir Kedewasaan Manusia
Pasar Remu Punya Cerita: Bersama “Bakit Air Surga”
Selamat Datang Gadis Papua Barat di Kota Sorong Papua Barat Daya

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:26 WIB

Di Bawah Langit Kasuari: Perjalanan Sunyi Seorang Anak Papua

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

Bikin Kaget Gorontalo, Istri Ketum FRN Mendadak Jadi Kepsek

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:29 WIB

Jangan Salah Menilai: Pengenalan Dunia Jurnalis yang Sering Disalahpahami

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:59 WIB

Agus Flores Kembali Dapat Wejangan Dari Presiden ke-7 RI

Kamis, 30 April 2026 - 12:44 WIB

Untung Ada Presiden Hebat, Mengetahui Kenapa Kapolri Kurus, Karena ini

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page