Manggarai Barat — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Komodo, Kabupaten Manggarai Barat merayakan hari jadinya yang ke-5 pada Rabu (24/9/2025) dengan penuh sukacita. Momen penting ini menjadi refleksi atas perjalanan sekolah yang relatif muda namun telah menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak generasi berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Perayaan yang berlangsung meriah ini diawali dengan upacara adat curu san ronda oleh para siswa sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan, termasuk Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Manggarai Barat, Yohanes Hani, M.Pd. Hadir pula pimpinan komite sekolah, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.
Puncak perayaan ditandai dengan misa syukur yang dipimpin oleh Pastor Paroki Wae Kesambi, Gereja Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB), RD. Dominikus Risno Maden. Dalam kotbahnya, RD. Risno menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap keberagaman.
“Sekolah ini sangat menghargai keberagaman suku, ras, dan agama. Perbedaan tersebut adalah kekuatan besar yang dimiliki SMPN 8 Komodo untuk terus maju,” ujarnya.
Harapan Besar untuk Kontribusi Nyata
Kepala SMPN 8 Komodo, Aloysia Moto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan lima tahun sekolah yang telah dilewati dengan berbagai dinamika. Ia menegaskan, meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya memadai, semangat para siswa dan tenaga pendidik tidak pernah surut untuk memberikan yang terbaik.
“Kami berharap SMPN 8 Komodo mampu memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Manggarai Barat dan menghasilkan lulusan yang berkarakter serta memiliki keterampilan sesuai kebutuhan daerah pariwisata seperti Labuan Bajo,” tutur Aloysia.
Ia juga menyoroti semangat peserta didik yang tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan di tingkat daerah maupun nasional. Salah satunya adalah keikutsertaan dalam Liga Pelajar Indonesia (LPI), meskipun sekolah belum memiliki fasilitas olahraga sendiri.
“Anak-anak tetap berlatih dengan berbagi lapangan bersama sekolah lain. Ini menunjukkan tekad mereka untuk terus berkembang,” tambahnya.
Aloysia berharap, di usia ke-5 ini, SMPN 8 Komodo dapat terus membangun lingkungan sekolah yang religius, berkarakter, berbudaya, berdaya saing, serta adaptif terhadap perkembangan dunia digital.
Pemerintah Daerah Dorong SMPN 8 Jadi Sekolah Percontohan
Kepala Dinas PPO Manggarai Barat, Yohanes Hani, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan kemajuan yang telah dicapai oleh SMPN 8 Komodo. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memberikan dukungan agar sekolah ini menjadi role model pendidikan di wilayah Labuan Bajo.
“Komitmen pemerintah daerah adalah terus membangun dan melengkapi fasilitas sekolah, termasuk pembangunan gedung berbentuk huruf U dan penyediaan peralatan komputer yang memadai. Namun, lebih dari itu, pendidikan tidak hanya tentang keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter,” tegas Yohanes.
Komitmen Bersama untuk Mutu Pendidikan
Ketua Komite Sekolah, Marselinus Jeramun, turut menyampaikan dukungannya terhadap visi dan misi SMPN 8 Komodo.
“Komite sebagai mitra strategis sekolah akan terus bersinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-5 SMPN 8 Komodo bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum penting untuk mempertegas arah dan tujuan pendidikan di sekolah ini. Dengan semangat kebersamaan seluruh elemen – mulai dari pemerintah, guru, orang tua, hingga siswa – SMPN 8 Komodo optimistis dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata bagi pembangunan Manggarai Barat, khususnya di sektor pariwisata yang terus berkembang di Labuan Bajo.
Penulis : Riki

















