Tempo Timur Fakfak — Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Samsuri, SP, M.Si, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong akses pendidikan tinggi yang merata dan terjangkau bagi generasi muda Fakfak.
Dalam wawancara dengan jurnalis TempoTimur.com pada Senin malam (30/6/2025) di ruang kerjanya, Samsuri mengulas pelaksanaan wisuda ke-20 STIA Asy-Syafi’iyah yang baru saja digelar. Sebanyak 117 mahasiswa telah resmi menyelesaikan studi untuk tahun akademik 2024–2025. Salah satu di antaranya dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik, menunjukkan capaian akademik yang membanggakan.
“Wisuda kali ini tidak sekadar seremoni, melainkan bukti bahwa kampus kami mampu menghasilkan lulusan berkualitas yang siap berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Samsuri menginformasikan bahwa kampus telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun akademik 2025–2026 sejak satu minggu lalu. Penerimaan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, menyasar lulusan SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah, baik tahun ini maupun lulusan sebelumnya.
“Kami menerima calon mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan menengah, dengan proses pendaftaran yang mudah dan biaya yang sangat terjangkau. Informasi lengkap bisa diperoleh langsung di sekretariat kampus,” jelasnya.
Samsuri juga mengajak pemerintah daerah untuk lebih hadir dan terlibat aktif dalam mendukung pendidikan tinggi lokal, terutama melalui penyediaan beasiswa khusus bagi mahasiswa dari daerah.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya mendukung secara simbolik, tapi benar-benar memfasilitasi kebutuhan mahasiswa melalui skema beasiswa yang menyasar semua perguruan tinggi lokal, termasuk STIA Asy-Syafi’iyah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa institusi mereka telah mengantongi akreditasi institusi dan program studi dari BAN-PT, baik untuk Program Studi Administrasi Publik maupun Administrasi Bisnis. Ini menjadi bukti legalitas dan kredibilitas STIA Asy-Syafi’iyah sebagai lembaga pendidikan tinggi yang layak diperhitungkan.
“Kampus kami bukan kampus abal-abal. Ini adalah lembaga pendidikan resmi dan terakreditasi, yang mampu mencetak sumber daya manusia kompeten untuk membangun daerah,” tutup Samsuri.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K





















