MANOKWARI — Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Caritas Indonesia mengikuti prosesi yudisium dan pelepasan kelulusan Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (25/3).
Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh rangkaian studi akademik.
Prosesi yudisium berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, serta keluarga para lulusan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen penting bagi para mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional di bidang hukum.
Pihak universitas menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan.
Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu hukum yang diperoleh serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Universitas Caritas Indonesia, Dr. Hendrikus RenJaan, S.H., LL.M, menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremonial penutup masa studi, melainkan bentuk penghargaan atas capaian intelektual, kedisiplinan, dan integritas mahasiswa.
“Menyandang gelar sarjana hukum bukan hanya capaian akademik, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral, khususnya dalam mengabdi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa para lulusan akan menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika hukum yang semakin kompleks. Oleh karena itu, lulusan dituntut tidak hanya memahami hukum secara tekstual, tetapi juga mampu melihatnya secara kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, dunia hukum saat ini membutuhkan sarjana yang memiliki kepekaan terhadap keadilan sosial serta mampu bersaing secara profesional.
Fakultas Hukum Universitas Caritas Indonesia, lanjutnya, berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang unggul secara akademik dan berkarakter.
“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras pribadi, dukungan keluarga, serta komitmen para dosen dalam membimbing mahasiswa,” katanya.
Lebih lanjut, Dekan menyampaikan bahwa 50 mahasiswa tersebut merupakan lulusan pertama Program Studi Ilmu Hukum di Universitas Caritas Indonesia, sehingga menjadi sejarah penting bagi institusi tersebut.
“Para lulusan bukan hanya menjadi alumni, tetapi juga representasi kualitas Fakultas Hukum Universitas Caritas Indonesia,” ungkapnya.
Pihak kampus juga menekankan bahwa yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian di dunia kerja.
Para lulusan diharapkan mampu menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai keadilan, serta terus mengembangkan kapasitas diri di tengah tantangan dunia hukum yang dinamis.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K






















