Manokwari — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, S.Pd., M.Pd., mendorong keterlibatan pelajar dan generasi muda dalam kegiatan kerja bakti di Pulau Mansinam, yang merupakan situs bersejarah dan pusat peradaban orang Papua.
Hal tersebut disampaikan Barnabas Dowansiba saat dikonfirmasi Tempo.Timur.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (1/2/2026) sore pukul 18.15 WIT.
Menurutnya, Pulau Mansinam memiliki nilai sejarah dan pendidikan yang sangat penting, sehingga perlu dirawat dan dijaga bersama, tidak hanya oleh aparatur sipil negara dan gereja, tetapi juga melibatkan generasi muda.
“Pulau Mansinam ini adalah tempat bersejarah dan tempat peradaban orang Papua. Kalau dilihat dari kacamata pendidikan, alangkah baiknya jika anak-anak sekolah dan kaum muda digerakkan untuk terlibat dalam perawatan situs sejarah tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan keterlibatan langsung, generasi muda akan memiliki rasa cinta terhadap tempat-tempat bersejarah serta mengenal secara lebih dekat peradaban Papua yang sesungguhnya.
“Dengan sendirinya mereka akan mencintai sejarah dan memahami bahwa di Tanah Papua, Injil masuk lebih dahulu sebelum pemerintah. Ini menjadi bagian penting dalam proses regenerasi penerus bangsa,” katanya.
Barnabas juga menambahkan, selama ini kerja bakti di Pulau Mansinam rutin dilakukan setiap tahun oleh aparatur sipil negara dan unsur gereja. Namun ke depan, ia berharap pelibatan generasi muda dapat lebih diperluas.
“Selama ini kami sebagai ASN diberikan kesempatan melakukan kerja bakti setiap tahun, tetapi masih terbatas pada orang tua dan gereja. Ke depan, generasi penerus juga harus dilibatkan agar mereka memiliki tanggung jawab terhadap warisan sejarah di Tanah Papua,” pungkasnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K





















