Fakfak — Ibadah hari kedua jaringan Persekutuan Pemuda Pondok Daud digelar pada Selasa malam, 17 Juni 2025 pukul 20.07 WIT, bertempat di kediaman Ibu Nelly Hendrik di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
Ibadah ini dipimpin langsung oleh Ibu Nelly Hendrik yang menyampaikan khotbah penuh teguran dan kasih, berlandaskan tema dari Amsal 3:5-7:
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.”
Dalam penyampaiannya, Ibu Nelly menegaskan bahwa banyak pemuda saat ini lebih mengandalkan logika, media sosial, dan pergaulan bebas, daripada berserah dan taat sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.
“Pemuda jangan hidup hanya ikut arus zaman. Kalau kalian tidak kembali kepada Firman, kalian akan hanyut dalam kehancuran. Ingat, tanpa Tuhan, hidupmu tak akan pernah punya arah!” tegasnya.
Usai ibadah, Koordinator Umum Pemuda Pondok Daud, Yoan Waimbo, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah awal dari gerakan rohani pemuda yang berfokus pada pembentukan karakter Kristus.
“Kami ingin membangun wadah pembinaan iman yang konsisten, bukan sekadar kumpul tanpa arah. Ini waktunya pemuda berdiri teguh di atas dasar Firman dan tidak goyah oleh dunia,” ujar Yoan.
Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin, sebagai tempat pembinaan rohani, penguatan karakter, serta pemersatu pemuda Kristen agar menjadi terang dan garam bagi lingkungan sekitarnya.
Generasi muda adalah tulang punggung gereja masa depan. Jika pemuda hanya hidup mengejar kesenangan dunia, maka gereja akan kehilangan pijakan rohaninya. Firman Tuhan harus menjadi kompas hidup, bukan hanya dibaca saat ibadah, tetapi dihidupi dalam keseharian.
“Saat pemuda takut akan Tuhan, bangsa ini akan melihat kebangkitan rohani yang sejati.”
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K









