
Jakarta — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah tidak sekadar menjadi ajang perlombaan bagi ribuan kafilah dari berbagai daerah.
Gelaran yang berlangsung di Kota Semarang pada 11–20 September 2026 itu membawa pesan tentang kedamaian, kebersamaan, kolaborasi, dan keberagaman.
“MTQ di Kota Semarang, Jawa Tengah ini untuk memancarkan kedamaian ke seluruh Indonesia dan dunia,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Minggu, 13 September 2026.
Luthfi menyampaikan hal itu saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu, 12 September 2026. Jawa Tengah menjadi tuan rumah setelah mendapat kepercayaan dari Kementerian Agama RI dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pusat.
Menurut Luthfi, MTQ tidak semata-mata menjadi perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai agama dan latar belakang.
“Di tengah-tengah kita ada pimpinan daerah yang mempunyai latar belakang berbeda. Ini menunjukkan MTQ tidak hanya milik umat Islam tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” ujar Luthfi.
Pesan keberagaman itu terlihat dari kehadiran para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari berbagai wilayah. Sebanyak 14 gubernur hadir, antara lain Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Gubernur Jambi Al Haris, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal.
Hadir pula Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, serta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.
Tujuh wakil gubernur juga hadir, yakni Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
MTQ Nasional XXXI diikuti kafilah dari 37 provinsi dengan total 2.242 peserta. Mereka berlomba dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah.
Luthfi menegaskan, MTQ tidak seharusnya dipandang semata dari hasil perlombaan.
“MTQ Nasional ini jauh dari kepentingan apa pun, termasuk dari sekadar juara. Saya meyakini bahwa seluruh peserta adalah juara, karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur’an,” katanya.
Dorong Perputaran Ekonomi
Selain membawa pesan keagamaan dan kebersamaan, MTQ Nasional XXXI juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi Jawa Tengah.
Para peserta dan kepala daerah yang datang ke Semarang turut membawa produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari daerah masing-masing untuk dipamerkan selama pelaksanaan MTQ hingga 20 September 2026.
Luthfi memperkirakan perputaran ekonomi selama MTQ Nasional mencapai hampir Rp1,2 triliun.
“MTQ Nasional ini implikasinya tidak hanya kepada UMKM di Jawa Tengah tapi seluruh provinsi, karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Diperkirakan hampir Rp1,2 triliun perputaran ekonomi pada MTQ Nasional di tempat kita ini,” jelasnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengapresiasi pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan para peserta dalam kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak mulia.
“Ini juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi paling utama saling mengenal dan bersatu,” kata Pratikno.
Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menilai pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah berlangsung meriah. Selain perlombaan, kegiatan tersebut diisi seminar yang diikuti hampir 5.000 peserta serta pameran UMKM.
“Kecintaan masyarakat Jawa Tengah dengan Al-Qur’an ini sangat besar. Pada MTQ Nasional di Jawa Tengah ini juga ada penambahan beberapa cabang perlombaan, termasuk kaligrafi digital, juga melibatkan AI,” ungkap Nasaruddin.
Menurut dia, penyelenggaraan tahun ini juga lebih terkonsentrasi karena lokasi antar-venue berdekatan.
“Tempatnya juga lebih menyatu, antar-venue lebih terkonsentrasi,” sambungnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos berharap MTQ Nasional XXXI membawa cahaya dan harmoni bagi Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas yang berkeadilan.
Sherly juga mengapresiasi keramahan masyarakat Jawa Tengah serta kuliner daerah tersebut yang dinilainya enak dan ekonomis. Ia berharap seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI dapat berlangsung lancar hingga penutupan.
Penulis : Amartus Rahakbauw K





