Bondowoso, Tempotimur.com – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian terus menunjukkan kepeduliannya terhadap para petani tembakau dengan menyalurkan bantuan pupuk senilai lebih dari Rp2 miliar, atau setara 130 ton pupuk.
Bantuan tersebut saat ini baru mencakup sekitar 500 hektar lahan, dari total 8.000 hektar kebutuhan pupuk yang diajukan.
Kepala Dinas Pertanian, Hendri Widotono, menjelaskan bahwa alokasi pupuk ini baru memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan ideal, (17/6/2025).
“Dari total 8.000 hektar lahan yang dibutuhkan, saat ini baru bisa kita realisasikan sekitar 500 hektar saja. Tapi ini langkah awal yang luar biasa,” ujar Hendri.
Langkah ini juga menjadi bentuk komitmen Pemkab Bondowoso dalam mendukung sektor pertanian tembakau, meskipun anggaran sangat terbatas.
“Bukan soal efisiensi, tapi kita bisa menyisihkan dana Rp2 miliar dari APBD. Ini menunjukkan kepedulian pemerintah,” lanjutnya.
Distribusi Ketat dan Pengawasan Ketat
Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, pemerintah menetapkan batasan luas lahan penerima, yakni maksimal 0,2 hektar per petani.
Lahan dengan luas di atas itu untuk sementara belum mendapat bantuan, guna mencegah ketimpangan.
Selain itu, langkah mitigasi pun dilakukan untuk menghindari penerima ganda. Jika ditemukan petani menerima lebih dari satu bantuan, sanksi akan diberlakukan.
“Instruksi dari Pak Wabup sangat jelas: distribusi harus adil dan akurat. Jangan sampai ribut karena data yang tumpang tindih,” tegas Hendri.
Pemerintah juga menegaskan bahwa petani tembakau yang sebelumnya sudah menerima pupuk subsidi reguler tidak akan diberikan bantuan ini.
Penerima diprioritaskan pada mereka yang menanam tembakau murni atau tumpang sari dengan tanaman seperti jagung, bukan yang sudah mendapatkan subsidi dari jalur lain.
Diawasi Ketat oleh Inspektorat dan Kejaksaan
Untuk menjaga transparansi, proses dari perencanaan hingga penyaluran bantuan ini dikawal ketat oleh Inspektorat dan Kejaksaan.
“Mulai dari rencana sampai pembayaran, dikawal semua. Kita ingin ini bersih dan benar-benar sampai ke tangan petani,” ujar Hendri.
Dengan langkah ini, Pemkab Bondowoso berharap ke depan bisa menambah cakupan bantuan hingga mendekati kebutuhan ideal 8.000 hektar. Meski anggaran tahun ini terbatas, harapan terbuka lebar untuk tahun-tahun mendatang.
Penulis : Sukri























