MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

 

BATU BARA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai tonggak perbaikan gizi generasi bangsa kini memicu polemik dan tanda tanya besar di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Sebuah ironi terbentang jelas di lapangan: sementara fasilitas Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau Dapur MBG terus bermunculan, ribuan siswa dari puluhan instansi pendidikan di wilayah ini masih hanya bisa menjadi penonton tanpa pernah mencicipi manfaat program tersebut.

Berdasarkan rujukan data resmi dari portal bgn.go.id, tercatat ada 67 Instansi sebagai unit pelaksana pendidikan dan pelatihan di Kecamatan Tanjung Tiram. Namun, realitas distribusinya sangat timpang. Hingga saat ini, baru 23 instansi yang telah terlayani. Sisanya, sebanyak 44 instansi yang berisi ribuan anak usia sekolah, masih berstatus belum terlayani dan dibiarkan menunggu dalam ketidakpastian.

Lebih miris lagi jika kita membedah peta sebaran 44 instansi yang terabaikan tersebut. Kesenjangan pelayanan ini merata hampir di seluruh wilayah yang mencakup 8 desa dan 2 kelurahan, dengan rincian data sebagai berikut:

• Desa Suka Maju: Dari 20 instansi, 19 instansi belum terlayani (Kesenjangan tertinggi)

• Kelurahan Tanjung Tiram: Dari 7 instansi, 7 instansi belum terlayani (Nihil pelayanan)

• Desa Bandar Rahmad: Dari 3 instansi, 3 instansi belum terlayani (Nihil pelayanan)

• Desa Kampung Lalang: Dari 8 instansi, 4 instansi belum terlayani

• Desa Suka Jaya: Dari 4 instansi, 3 instansi belum terlayani

• Desa Bagan Dalam: Dari 5 instansi, 3 instansi belum terlayani

• Desa Bogak: Dari 8 instansi, 3 instansi belum terlayani

• Kelurahan Bagan Arya: Dari 2 instansi, 1 instansi belum terlayani

• Desa Guntung: Dari 8 instansi, 1 instansi belum terlayani

• Desa Pahlawan: Dari 2 instansi, Seluruhnya (0) sudah terlayani

Ketimpangan fatal ini, khususnya di wilayah seperti Desa Suka Maju, memunculkan kejanggalan luar biasa jika disandingkan dengan data infrastruktur. Diketahui, di Desa Suka Maju sendiri terdapat 2 unit gedung SPPG, namun ironisnya 19 sekolah di desa tersebut justru tidak mendapat layanan.

Secara keseluruhan, data operasional dari radar-mbg menunjukkan bahwa beban pelayanan di Tanjung Tiram saat ini hanya ditopang oleh 3 SPPG aktif, yakni:

✓ SPPG ID 8HH3SI5B: Melayani 13 instansi

✓ SPPG ID HO9IBFBZ: Melayani 9 instansi

✓ SPPG ID V4NU9PHV: Hanya melayani 1 instansi.

Padahal, fakta di lapangan memperlihatkan bahwa terdapat setidaknya tujuh unit gedung SPPG (termasuk yang dalam tahap pembangunan) yang berdiri di wilayah kecamatan ini, yaitu di Desa Suka Maju (2 unit),

Kampung Lalang (2 unit), Bogak (1 unit), Guntung/Kel. Bagan Arya (1 unit), dan Pahlawan (1 unit).

Ribuan Anak Menjadi Korban Inefisiensi

“Apa sebenarnya yang terjadi di balik mandeknya distribusi ini?”

Pertanyaan ini kini menggema di tengah masyarakat Tanjung Tiram. Dengan infrastruktur 7 dapur yang menyebar, kapasitas produksi seharusnya mampu menjangkau 67 sekolah tanpa terkecuali. Namun faktanya, instansi di pusat pemerintahan kecamatan (Kelurahan Tanjung Tiram) maupun wilayah dengan fasilitas dapur terbanyak (Desa Suka Maju) justru menjadi “korban” inefisiensi terparah.

Ini bukan sekadar deretan angka statistik; ini adalah representasi dari ribuan anak-anak di Tanjung Tiram yang hak gizinya tertahan oleh birokrasi dan lambatnya tata kelola. Publik mendesak Badan Gizi Nasional beserta pemangku kebijakan terkait di Kabupaten Batu Bara untuk segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, dan mempercepat operasional seluruh gedung SPPG.

Anak-anak Tanjung Tiram tidak butuh deretan gedung dapur megah yang tak beroperasi maksimal; mereka butuh makanan bergizi nyata di atas meja belajar mereka hari ini juga. Jangan sampai program prioritas nasional ini malah menjadi monumen ketimpangan di Batu Bara!.

[Tim]

Berita Terkait

Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu
Jurnalis Diminta Utamakan Integritas dan Solidaritas, Bukan Saling Menjatuhkan
Etika di Atas Senioritas
Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan
Ketika Aku Mempercayai Janji Tuhan untuk Hidupku
Stop Tawuran: Pelajar Diajak Ubah Emosi Jadi Prestasi Di Talk Show Inspiratif
Ada Apa Agus Flores Tiba-Tiba Datangi Polda Metro Jaya? Ternyata Ini Alasannya
Kesombongan Membutakan Mata, Kerendahan Hati Menyelamatkan Jiwa

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 23:55 WIB

MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu

Kamis, 3 September 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Jurnalis Diminta Utamakan Integritas dan Solidaritas, Bukan Saling Menjatuhkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Etika di Atas Senioritas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Dari Lengkong Kita Belajar Arti Kemerdekaan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page