
Fakfak — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Fakfak tetap menjalankan kegiatan operasional bongkar muat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada 11 Oktober 2026.
Perusahaan menyatakan operasional pelabuhan tetap berlangsung dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan para pekerja.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan pelabuhan menyebabkan jarak pandang menurun dan kualitas udara memburuk. Meski menghadapi kondisi tersebut, aktivitas bongkar muat tetap berjalan untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Sejak pagi, kawasan pelabuhan tampak diselimuti kabut putih kelabu. Di tengah kondisi itu, sejumlah peralatan bongkar muat, termasuk harbour mobile crane (HMC), masih dioperasikan oleh petugas di lapangan.
Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), operator alat berat, dan jajaran manajemen Pelindo Regional 4 Fakfak tetap menjalankan tugas untuk mendukung kelancaran arus logistik di wilayah tersebut.
General Manager Pelindo Regional 4 Fakfak, Silas Warfandu, mengapresiasi dedikasi para pekerja yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.
“Kondisi saat ini memang cukup menantang akibat keterbatasan jarak pandang dan penurunan kualitas udara karena kabut asap karhutla. Namun, kami menyadari bahwa pelabuhan merupakan urat nadi perekonomian daerah.
Jika operasional terhenti, pasokan bahan pokok dan logistik bagi masyarakat Fakfak dapat terganggu,” ujar Silas.
Ia menegaskan, perusahaan berupaya menjaga kelangsungan pelayanan kepelabuhanan dengan tetap memperhatikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Untuk melindungi para pekerja, manajemen membekali petugas lapangan dengan masker N95 dan kacamata pelindung jika diperlukan. Perusahaan juga menyediakan suplemen serta mengatur waktu istirahat secara lebih teratur guna membantu menjaga kondisi fisik pekerja selama bertugas di tengah paparan kabut asap.
Selain memperhatikan keselamatan pekerja, Pelindo Regional 4 Fakfak terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pergerakan kapal dan proses penyandaran tetap memperhatikan standar keselamatan pelayaran.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelancaran pelayanan jasa kepelabuhanan, terutama dalam mendukung distribusi logistik bagi masyarakat di wilayah Papua Barat.
Di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi tantangan, manajemen Pelindo Regional 4 Fakfak berharap situasi segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dan pelayanan pelabuhan dapat kembali berlangsung dalam kondisi lingkungan yang lebih sehat.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Fakfak agar musibah karhutla ini segera berlalu, udara kembali bersih, serta seluruh petugas di lapangan senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas,” kata Silas.
Tentang Pelindo Regional 4 Fakfak
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Fakfak merupakan bagian dari badan usaha milik negara yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan.
Perusahaan berkomitmen menyediakan layanan kepelabuhanan yang efisien, andal, dan berstandar tinggi untuk mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Penulis : Amartus Rahakbauw K



