
Fakfak — Tokoh agama di Kabupaten Mimika, Pendeta Jhon Marani, mengajak masyarakat Papua untuk menyikapi kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah dengan memperkuat iman, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan melakukan introspeksi diri.
Ajakan tersebut disampaikan Jhon saat dikonfirmasi jurnalis TempoTimur.com melalui WhatsApp pada Rabu malam (21/10/2026). Ia menilai kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah Papua merupakan kondisi memprihatinkan karena dampaknya dirasakan oleh masyarakat.
Menurut Jhon, situasi tersebut tidak seharusnya hanya menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Sebaliknya, masyarakat dapat menjadikannya sebagai momentum untuk merenungkan kehidupan, memperkuat iman, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Melihat situasi dan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya kebakaran hutan yang merajalela di hampir seluruh tanah Papua, sungguh sangat memprihatinkan. Hampir semua masyarakat merasakan dampaknya,” kata Jhon.
Ia menjelaskan bahwa berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan dapat menjadi bahan perenungan bagi umat. Dalam menghadapi keadaan yang sulit, menurut dia, masyarakat perlu menjaga keteguhan iman sekaligus memelihara pengharapan kepada Tuhan.
Jhon juga mengingatkan bahwa dalam ajaran Kristen, firman Tuhan berbicara tentang tanda-tanda akhir zaman. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam ketakutan, tetapi tetap berpegang pada iman ketika menghadapi berbagai persoalan.
“Keadaan-keadaan ini bukan untuk membuat kita semakin takut, tetapi justru semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan berharap sepenuhnya kepada-Nya. Sebab, yang mengatur alam semesta dan seluruh jagat raya ini hanyalah Tuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jhon berpandangan bahwa peristiwa yang terjadi di alam semesta perlu disikapi dengan kesadaran iman dan introspeksi diri. Ia mengajak masyarakat untuk tetap teguh dalam keyakinan, menjaga pengharapan, serta menjadikan situasi yang dihadapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Menurut dia, sikap tersebut penting agar masyarakat Papua tidak kehilangan harapan ketika menghadapi berbagai tantangan. Di tengah situasi yang memprihatinkan akibat kebakaran hutan, ia berharap masyarakat tetap mengandalkan Tuhan dan memperkuat kehidupan spiritual.
Melalui pesan tersebut, Jhon mengingatkan bahwa menghadapi musibah bukan hanya tentang mengatasi rasa takut, tetapi juga tentang membangun keteguhan hati, memperdalam iman, dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa kehidupan.
Penulis : Amartus Rahakbauw K



