Rudolf Womsiwor Kritik Program MBG, Tegaskan Anggaran Pendidikan 20 Persen Sesuai UUD 1945 Harus Tepat Sasaran

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

FAKFAK, TEMPOTIMUR.COM —  Purna tugas guru, Rudolf Womsiwor, M.Pd., melontarkan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya belum tepat sasaran dalam mendukung sektor pendidikan.

Rudolf yang pernah mengabdi di SMPN 5 Satap Fakfak (2012–2022) dan SMPN 2 Kokas (2022–2025) itu menyampaikan pandangannya saat dikonfirmasi jurnalis TempoTimur.com di teras Rumah Sakit Umum Daerah Fakfak, Senin (20/4/2026) pukul 10.24 WIT.

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu ditinjau ulang karena berpotensi tidak sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 31 ayat (4) yang berbunyi:

“Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.”

Baca Juga  Kapolres Batu Bara Terima Silaturrahmi Komunitas Mubaligh Batu Bara Berkah Bahagia

“Kalau kita mengacu pada UUD 1945, anggaran 20 persen itu jelas diperuntukkan bagi pendidikan, bukan untuk program lain di luar kebutuhan utama pendidikan,” tegas Rudolf.

Ia menilai, prioritas anggaran pendidikan seharusnya difokuskan pada pembiayaan guru, peningkatan kualitas siswa, serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

“Program makan bergizi gratis itu baik, tetapi dalam konteks pendidikan, menurut saya itu bukan prioritas utama. Bisa ditempatkan pada urutan kedua atau ketiga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudolf mengingatkan bahwa esensi dari amanat konstitusi bukan hanya soal alokasi anggaran, tetapi juga pada kualitas hasil yang ingin dicapai, yakni menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

“Pendidikan itu harus melahirkan manusia yang berkualitas, berilmu, dan berakhlak. Itu tujuan utama yang harus dijaga,” katanya.

Baca Juga  Buntut Kasus Intimidasi Terhadap Wartawan, Penyidik Polres Mabar Lakukan Pemeriksaan

Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran pendidikan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kalau anggaran 20 persen itu digunakan dengan jujur dan tepat sasaran, maka dampaknya besar bagi kemajuan bangsa. Tapi kalau tidak, maka tujuan dari UUD itu sendiri tidak akan tercapai,” tambahnya.

Rudolf berharap para pengambil kebijakan memiliki kebijaksanaan dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran agar tidak menyimpang dari amanat konstitusi.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

IN-Journal Chapter 1 Berhasil Digelar, Angkat Tema Keberlanjutan dan Inovasi Sosial
PT Domas Serahkan Bantuan Mesin Jahit kepada Pengurus Koperasi Binaan HNSI Batu Bara
Bupati Heriyus Bersama Wakil Bupati Rahmanto Terima Kunjungan Kerja BPKP Provinsi Kalteng
INALUM dan Pemkab Humbang Hasundutan Perkuat Pencegahan Karhutla
Polsek Simpang Empat Ungkap Kasus Narkotika, Satu Pelaku Diamankan
Sat Reskrim Polres Asahan Ungkap Judi Mesin Tembak Ikan di Bandar Pasir Mandoge
Polres Asahan Ungkap Kasus Narkoba di Sei Dadap, Satu Pria Diamankan Bersama Sabu 5,78 Gram
Bupati Heriyus Buka Rakerda TP-PKK Murung Raya 2026, Perkuat Sinergi dan Percepatan Penurunan Stunting

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:08 WIB

IN-Journal Chapter 1 Berhasil Digelar, Angkat Tema Keberlanjutan dan Inovasi Sosial

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:17 WIB

PT Domas Serahkan Bantuan Mesin Jahit kepada Pengurus Koperasi Binaan HNSI Batu Bara

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:39 WIB

Bupati Heriyus Bersama Wakil Bupati Rahmanto Terima Kunjungan Kerja BPKP Provinsi Kalteng

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:47 WIB

INALUM dan Pemkab Humbang Hasundutan Perkuat Pencegahan Karhutla

Senin, 11 Mei 2026 - 21:12 WIB

Polsek Simpang Empat Ungkap Kasus Narkotika, Satu Pelaku Diamankan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page