Meluruskan Sejarah, Sesuai UUD 1945, Untuk Menghargai Jasa Pahlawan Sesuai Budi Leluhur Bangsa Indonesia

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Raja Manggerante Bukanlah Seorang Raja Jin Di Wentira, Tapi Beliau Seorang Pejuang dan Tergolong Syeh , karena gara gara Pemalsuan Sejarah Selalu Dianggap Sosok Raja Mahluk Halus Gaib, Padahal Beliau Seorang Manusia Mukso, di Tanah Sulawesi, banyak anak didiknya zaman itu. Termasuk Tokoh Agama .
Sosok Datuk Karamah tersebut Taat Menjalankan Ibadah dan dikenal dekat dengan Presiden Soekarno.

Nama Raja Manggerante adala Pue Lasadindi atau Pue Asap dia adalah ulama dan pejuang kharismatik dari Sulawesi Tengah yang sering dikaitkan dengan mitos Wentira.

Ia dijuluki Mangge Rante karena kemampuannya menghilang saat dipenjara Belanda, sehingga konon tangannya harus dirantai.

Pue Lasadindi/Mangge Rante Dikenal sebagai ulama ideologis dan pejuang melawan kolonial. Ia sering disebut juga dengan nama Datu Karama.

Baca Juga  Hadiri Maulid Nabi, Bupati Apresiasi Desa Mekar Baru

Soal Kaitan dengan Wentira, Masyarakat menganggap Mangge Rante memiliki keterkaitan erat dengan mitos Wentira (kota tak kasat mata di Sulawesi Tengah).

Ia dianggap sebagai sosok sakti yang muncul di tengah masyarakat.
Julukan “Mangge Rante”

Dalam cerita Rakyat Manggerante (Orangtua Berantai Besi ) bahwa ia tidak bisa dipenjara konvensional. Saat dimasukkan penjara, ia bisa keluar kembali, yang membuatnya harus dirantai.

Cerita Rakyat, Raja Manggerante Wafat pada tahun 1958 dan dimakamkan di Desa Randomayang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, meskipun ia pejuang dari tanah Kaili, Sulawesi Tengah.

Tokoh pejuang dari Sulawesi Tengah ini aktif diusulkan menjadi Pahlawan Nasional, sering disebut bersamaan dengan tokoh pejuang lain seperti Tombolotutu dan lain sebagainya.

Baca Juga  Rudolf Womsiwor Kritik Program MBG, Tegaskan Anggaran Pendidikan 20 Persen Sesuai UUD 1945 Harus Tepat Sasaran

Banyak juga beranggapan Tuan Paduka Raja Manggerante, tidak pernah meninggal tapi mukso, kapan saja Tokoh Aulia ini sering muncul, untuk mendatangi orang orang tertentu.

Sebenarnya Ulama di Sulawesi Tengah Ada 2 , Bisa dimasukan sejarah.

Syeh Datuk Karama Manggerante dan KH Idrus Al Jufri, hanya sejarah saja mempolitisir bahwa Manggerante bukan berwujud manusia, tapi Raja Ghaib.

 

Penulis : Agus

Berita Terkait

1005 M: Ketika Dunia Berjalan di Dua Kecepatan Berbeda
Ribuan Penonton Padati Malam Pesona Budaya Batu Bara, Bupati dan Wakil Beri Apresiasi Jempol
Gubernur Dominggus Mandacan Hadiri Pawai Obor HUT ke-80 RI di Manokwari
Cucu Almarhum Andrias Ade Sniper Lasobuaya Akui Bangga Dengan Polri
Bahasa Melayu, Bahasa Dunia
Sejarah Baru Halal Bihalal Sembilan Zuriat Kedatukan Doa dan Zikir di Kubah Dato’ Batu Bara
International Union of Muslim Scholar Organisasi Yang Independen
Sambut Bulan Suci Ramadhan, Wabup Syafrizal Mandi Belimau

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:09 WIB

1005 M: Ketika Dunia Berjalan di Dua Kecepatan Berbeda

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:08 WIB

Ribuan Penonton Padati Malam Pesona Budaya Batu Bara, Bupati dan Wakil Beri Apresiasi Jempol

Sabtu, 4 April 2026 - 10:34 WIB

Meluruskan Sejarah, Sesuai UUD 1945, Untuk Menghargai Jasa Pahlawan Sesuai Budi Leluhur Bangsa Indonesia

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 22:19 WIB

Gubernur Dominggus Mandacan Hadiri Pawai Obor HUT ke-80 RI di Manokwari

Minggu, 27 Juli 2025 - 20:12 WIB

Cucu Almarhum Andrias Ade Sniper Lasobuaya Akui Bangga Dengan Polri

Berita Terbaru

DPRD Murung Raya

Sutrisno Minta Pemerintah Antisipasi Kekurangan Air Bersih

Sabtu, 5 Sep 2026 - 02:44 WIB

You cannot copy content of this page