Sorong — Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) bekerja sama dengan Yayasan Rhema Foundation sedang melaksanakan proyek penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa daerah atau bahasa ibu di Papua Barat Daya.
Hal ini disampaikan oleh Pdt. Aleksander Maniani, saat dikonfirmasi jurnalis TempoTimur.com melalui pesan WhatsApp pada Kamis malam, 10 Juli 2025.
“Kami bersama Yayasan Rhema Foundation sedang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa suku daerah atau bahasa ibu di Papua Barat Daya,” ungkap Pdt. Maniani.
Menurutnya, ada empat suku yang telah ditetapkan sebagai fokus utama dalam tahap awal penerjemahan, yaitu:
Suku Yaben Mugim (di wilayah Imekko, Sorong Selatan),
Suku Kokoda,
Suku Moi, dan
Suku Lennggenyan Maya (di Raja Ampat).
Sebagai sampel awal, penerjemahan telah dimulai dari kitab Injil Lukas pasal 1 ayat 1 sampai 80, khususnya untuk suku Mugim.
“Puji Tuhan, kegiatan ini berjalan dengan baik karena pertolongan Tuhan Yesus dan arahan penuh hikmat dari Koordinator Daerah Papua Barat Daya, Ibu Desy Pusung Maniani,” tambahnya.
Penanggung jawab kegiatan ini adalah Pdt. Oktovina Maniani, yang juga merupakan Gembala Jemaat GPdI Solagratia Sorong. Proyek penerjemahan ini direncanakan akan berlanjut hingga seluruh bagian Perjanjian Baru, mulai dari Injil Matius hingga Kitab Wahyu.
Proyek ini bertujuan untuk menghadirkan Firman Tuhan dalam bahasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat lokal, sekaligus melestarikan bahasa-bahasa suku yang mulai. terpinggirkan.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K























